Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Pemerataan Akses Pendidikan, Program Digitalisasi Mulai Sentuh Daerah 3T

18 November 2025, 20:49 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Pemerataan Akses Pendidikan, Program Digitalisasi Mulai Sentuh Daerah 3T

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu fokus paling penting dalam pembangunan bangsa. Komitmen itu ia sampaikan saat meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Senin, 17 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyoroti pentingnya memastikan seluruh anak Indonesia—baik yang tinggal di kota besar maupun wilayah paling terpencil—dapat menikmati fasilitas belajar modern.


Salah satu langkah besar yang tengah didorong pemerintah adalah distribusi perangkat papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke seluruh sekolah di Indonesia. Presiden Prabowo menekankan bahwa daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) justru akan menjadi prioritas pertama dalam penyaluran perangkat tersebut.


“Suatu saat orang akan mengenang bagaimana 288 ribu alat ini bisa didistribusikan ke semua sekolah di Indonesia termasuk yang di 3T. Di tempat yang paling terpencil, yang paling terluar dan di daerah yang paling tertinggal. Kita kirim ke situ. Bahkan itu prioritas pertama yang kita kirim,” kata Presiden.


Namun Prabowo juga mengungkapkan tantangan di lapangan masih besar. Ia menerima laporan bahwa sekitar 140 sekolah yang berada di kawasan pegunungan masih sulit dijangkau. Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tidak akan menyerah. TNI dan Polri telah dilibatkan untuk memastikan distribusi perangkat ke seluruh sekolah bisa tuntas.


“Tapi insyaallah kita pun akan sampai ke situ dan kita akan dibantu oleh TNI dan Polri supaya semua sekolah akan mendapat kesempatan yang sama,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa sebuah bangsa dinilai besar bukan hanya karena keberhasilannya, tetapi juga karena keberaniannya mengakui kekurangan dan memperbaikinya. Pemerintah, kata dia, tengah bekerja untuk melakukan konsolidasi pendidikan, meningkatkan kualitas sekolah, dan menyiapkan fasilitas modern yang merata dari pusat hingga pelosok.


Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan studio pusat pembelajaran di Jakarta yang memungkinkan para guru memberikan materi secara luas ke seluruh sekolah. Semua modul digital nantinya akan disediakan secara gratis agar dapat diakses oleh siapa saja.


“Ini baru awal, kita akan terus tingkatkan. Guru-guru di daerah yang merasa perlu penguatan bisa membuka modul tersebut kapan saja,” imbuhnya.


Seusai acara, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh sekolah menerima fasilitas baru dalam waktu kurang dari satu tahun. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan ratusan sekolah baru dan perbaikan ribuan fasilitas pendidikan untuk memastikan peningkatan kualitas berlangsung menyeluruh.


“Kurang satu tahun semua sekolah sudah menerima. Tahun depan terus kita tambah. Kita akan bikin ratusan sekolah baru, ribuan sekolah terintegrasi, dan memperbaiki fasilitas yang ada,” tegasnya.


Dengan langkah ini, pemerintah berharap kesenjangan pendidikan di Indonesia dapat dipersempit, sekaligus mendorong generasi muda mendapatkan kesempatan belajar yang lebih merata dan relevan dengan kebutuhan masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas