Iklan

Iklan

,

Iklan

Prabowo Tegaskan Pemanfaatan AI dan Teknologi Tinggi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

1 November 2025, 21:16 WIB

 

Prabowo Tegaskan Pemanfaatan AI dan Teknologi Tinggi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

Indotorial.com, - Gyeongju, Republik Korea — 1 November 2025 - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi merupakan kunci bagi Indonesia dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 yang berlangsung di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Sabtu (1/11).


“Seperti yang kita ketahui, kita sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Kita juga memahami bahwa kita harus menghadapi tantangan yang dibawa oleh perubahan demografi,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden menekankan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menuntaskan kemiskinan dan kelaparan dengan langkah cepat dan terukur, mengingat kedua isu tersebut merupakan tantangan paling mendesak dalam pembangunan nasional.


“Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini. Karena itu, kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” ungkap Presiden.


Dalam paparannya, Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia mulai memetik hasil nyata dari penerapan teknologi tinggi, terutama AI, di sektor pertanian. Menurutnya, teknologi modern telah mendorong peningkatan produktivitas nasional hingga mencapai swasembada beras dan jagung.


“Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang presisi dan modern. Hal ini telah memungkinkan kami mencapai swasembada dalam produksi beras dan jagung. Target awal kami adalah mencapai swasembada dalam empat tahun, tetapi dengan penggunaan teknologi tinggi dan pertanian presisi, kami berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya,” tutur Presiden.


Selain menyoroti ketahanan pangan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menekan kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring yang merugikan ekonomi nasional.


“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dolar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” jelas Presiden Prabowo.


Lebih lanjut, Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendidikan dan keterampilan digital bagi masyarakat, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai inisiatif APEC di bidang teknologi, pendidikan, dan kesehatan.


“Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan. Kami juga ingin memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan kami dalam menghadapi perubahan demografi,” imbuhnya.


Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci bagi kemajuan bangsa dan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat di kawasan Asia Pasifik.


“Saya yakin inilah arah yang harus kita tempuh ke depan. Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita, dan saya yakin bahwa melalui kerja sama di dalam APEC, kita dapat mencapai tujuan ini,” pungkas Presiden Prabowo.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas