Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan sebagai Investasi Utama Bangsa

21 Oktober 2025, 21:14 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan sebagai Investasi Utama Bangsa

Indotorial.com, - Jakarta, 21 Oktober 2025 — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan investasi paling mendasar bagi masa depan bangsa. Hal itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10).


Dalam pengantarnya, Presiden memaparkan sejumlah capaian dan terobosan di bidang pendidikan selama satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Salah satu program unggulan adalah pembangunan Sekolah Rakyat, yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Dari total 500 sekolah yang direncanakan, sebanyak 166 sekolah telah beroperasi dan menampung 15.945 siswa.


“Ada yang bantu orang tuanya jadi pemulung, ada yang hidup di jalanan sekarang sudah bisa bersekolah di sekolah rakyat. Memang sekolah rakyat itu kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden menekankan pentingnya keberanian dalam melakukan perubahan demi menghapus kemiskinan struktural melalui pendidikan.


“Kita harus berani mengubah, kita harus berani memotong rantai kemiskinan. Kita tidak boleh menyerah kepada keadaan,” tambahnya.


Selain memperluas akses bagi masyarakat kurang mampu, pemerintah juga membangun 10 sekolah unggulan nasional bernama SMA Garuda. Sekolah ini menerapkan kurikulum international baccalaureate (IB) untuk menyiapkan siswa berprestasi agar mampu bersaing di tingkat global.


“Sistem IB berarti lulusan itu bisa diterima di universitas mana pun di dunia yang terbaik. Kita berharap nanti banyak anak-anak kita bisa masuk ke Harvard, MIT, Oxford, dan sebagainya,” kata Prabowo.


Pemerintah juga melaksanakan renovasi terhadap 16.140 gedung sekolah dari tingkat SD hingga SMA, serta memperkenalkan perangkat pembelajaran digital interaktif atau interactive flat panel (IFP) di setiap sekolah. Perangkat tersebut memuat konten pembelajaran digital dan seluruh silabus pendidikan nasional.


“Flat panel itu sudah ada komputernya, bisa muat ratusan ribu konten, mungkin jutaan. Jadi semua silabus kita akan ada di situ,” jelas Presiden.


Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 7.000 sekolah terintegrasi di setiap kecamatan yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dalam satu kompleks pendidikan.


Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengapresiasi kemajuan pendidikan tinggi nasional. Ia menyebut Universitas Indonesia (UI) berhasil menembus peringkat 200 besar dunia versi US World Ranking Universities untuk pertama kalinya.


“Tapi Menteri Dikti, Wamen saya minta top 100. Bisa? Bisa? Pasti nanti akan disusul oleh ITB, UGM, ITS, dan sebagainya,” ucap Prabowo optimistis.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas