Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Kemandirian dan Keberanian Ekonomi Indonesia di Forbes Global CEO Conference 2025

16 Oktober 2025, 20:32 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Kemandirian dan Keberanian Ekonomi Indonesia di Forbes Global CEO Conference 2025

Indotorial.com, - Jakarta, 15 Oktober 2025 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian dan keberanian Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Hal ini disampaikan dalam sesi dialog “A Meeting of Minds” pada Forbes Global CEO Conference 2025 yang berlangsung di Hotel The St. Regis, Rabu (15/10/2025).


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberdayakan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika global.


Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah, menurut Kepala Negara, adalah memberikan pengampunan bagi utang lama para petani dan pelaku usaha kecil yang sudah tidak realistis untuk ditagih. “Saya memanggil beberapa bankir, kami berdiskusi. Dan pada dasarnya saya memahami bahwa sebenarnya di bank, setelah 25 tahun, sebagian besar utang itu sudah dihapuskan dalam pembukuan bank,” ujar Presiden.


Presiden juga menyoroti capaian penting tim ekonomi pemerintah yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, termasuk penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Kesepakatan ini dinilai sebagai terobosan penting dalam memperluas akses pasar Indonesia di tengah persaingan perdagangan global yang semakin ketat.


“Saya juga menyaksikan penandatanganan CEPA dengan Kanada dan saya pikir kita semakin berupaya menjalin kesepakatan seperti ini dengan banyak pasar lain, termasuk Amerika Latin, RCEP, dan CPTPP,” tambah Presiden.


Selain memperluas kerja sama internasional, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat pasar domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut telah menciptakan efek berganda signifikan terhadap lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.


“Bahkan dengan program makan gratis ini saja, kami sudah menciptakan langsung 1,5 juta lapangan kerja. Ada 30.000 dapur, masing-masing mempekerjakan 50 orang. Dengan dua atau tiga shift, itu setara 1,5 juta lapangan kerja, atau sekitar 3% dari pertumbuhan ekonomi nasional. Dan itu belum termasuk 81.000 koperasi,” jelas Presiden.


Kebijakan ini, menurut Presiden, juga mendorong tumbuhnya wirausaha lokal dan peningkatan konsumsi masyarakat. Selain itu, Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk menata ulang badan usaha milik negara (BUMN) agar lebih efisien dan berdaya saing global.


“Jadi saya telah memberikan arahan kepada Ketua Danantara untuk merasionalisasi jumlah BUMN, dari sekitar 1.000 menjadi sekitar 200–240, dan menjalankannya dengan standar internasional. Saya yakin tingkat pengembalian bisa ditingkatkan,” pungkas Presiden.


Dalam penutup, Presiden Prabowo mengingatkan generasi muda pentingnya memahami prinsip-prinsip ekonomi. “Jika Anda tidak memahami ekonomi, Anda bisa dengan mudah dipermainkan oleh para ekonom. Anda tidak boleh merasa takut oleh apa yang disebut para ahli,” tegas Presiden.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas