Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Paparkan Capaian Satu Tahun Pemerintahan: Reformasi Hukum, Antikorupsi, hingga Penguatan Pertahanan

21 Oktober 2025, 21:27 WIB

 

Presiden Prabowo Paparkan Capaian Satu Tahun Pemerintahan: Reformasi Hukum, Antikorupsi, hingga Penguatan Pertahanan

Indotorial.com, - Jakarta, 20 Oktober 2025 — Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian strategis pemerintahannya selama satu tahun terakhir, mencakup reformasi hukum, pemberantasan korupsi, penguatan pertahanan, serta pembangunan infrastruktur nasional.


Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10), Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan hakim sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas lembaga peradilan.


“Kita minta hakim-hakim kita hidupnya baik, kualitas hidupnya baik, hidup terhormat supaya dia tidak bisa disogok. Hakim-hakim kita tidak boleh dibeli oleh siapa pun, itu tujuan kita,” ujar Presiden.


Menurut Prabowo, pemerintah telah menaikkan gaji hakim tingkat paling rendah hingga 280 persen. Langkah ini, kata dia, bukan bentuk keistimewaan, melainkan tanggung jawab negara untuk menjaga marwah peradilan.


Selain itu, Kepala Negara menyoroti kinerja aparat penegak hukum yang berhasil menyelamatkan uang negara dalam jumlah besar. “Tadi bukti hari ini kita berhasil mendapat 13 triliun dari 17 triliun yang diputuskan oleh pengadilan. Jadi hakim-hakimnya itu menurut saya punya hati nurani, keberanian dia putuskan akhirnya kita selamatkan 17 triliun uang rakyat,” ungkapnya.


Presiden juga menyebut bahwa pemerintah telah berhasil mengalihkan Rp306 triliun anggaran yang sebelumnya rawan korupsi untuk dialokasikan pada program-program yang langsung menyentuh masyarakat.


“Kita bertekad tidak ada kasus-kasus korupsi yang tidak bisa diselidiki. Tidak ada, no more untouchable, gak ada yang untouchable lagi,” tegasnya.


Di sektor pengelolaan sumber daya alam, pemerintah melaporkan capaian dalam penyelamatan aset negara, termasuk penghentian praktik tambang ilegal dan penguasaan kembali lahan kelapa sawit yang melanggar hukum. Presiden menyatakan langkah-langkah tersebut dilakukan demi melindungi kepentingan rakyat.


“Mungkin ada pihak-pihak yang teriak-teriak, tapi sudah lah, pihak-pihak itu pihak-pihak yang salah. Pihak-pihak yang mencuri dari rakyat Indonesia yang mengakibatkan kita masih banyak orang miskin karena kekayaan kita banyak dicuri,” kata Prabowo.


Pada bidang pertahanan, Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan penambahan batalion dan peningkatan kesiapsiagaan. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah.


“Mudah-mudahan kita bisa ikut berperan di bidang penyelesaian Gaza. Saya sudah perintahkan TNI siap untuk ngirim 20 ribu. Saya kira juga sudah ada kontak sama beberapa negara menanyakan kesiapan kita,” ujarnya.


Sementara di bidang infrastruktur, Presiden menyoroti proyek pembangunan tanggul laut sepanjang 535 kilometer di pantai utara Jawa. Proyek tersebut dinilai strategis untuk melindungi kawasan industri dan lahan pertanian dari ancaman kenaikan permukaan air laut.


“Di pantai utara Jawa ini, kalau tidak salah 60 persen industri kita ada di situ. Puluhan ribu hektare sawah-sawah subur juga harus kita selamatkan,” tutur Presiden.


Sidang Kabinet Paripurna tersebut menjadi momentum refleksi capaian satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih, sekaligus penegasan arah kebijakan pemerintah menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, kuat, dan berdaulat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas