Iklan

Iklan

,

Iklan

Prabowo Rampungkan Lawatan Luar Negeri, Bawa Pulang Investasi dan Kesepakatan Strategis

28 September 2025, 21:47 WIB

 

Prabowo Rampungkan Lawatan Luar Negeri, Bawa Pulang Investasi dan Kesepakatan Strategis

Indotorial.com, - Jakarta, 27 September 2025 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merampungkan rangkaian kunjungan luar negeri yang berlangsung sejak 19 September 2025. Lawatan ini utamanya untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, sekaligus menyambangi empat negara dalam waktu enam hari.


“Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah selesai melaksanakan rangkaian kunjungan luar negeri dalam utamanya adalah sidang umum PBB ke-80. Dan dalam 6 hari ini beliau mengunjungi 4 negara,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya yang disiarkan melalui media sosial Sekretariat Kabinet, Sabtu (27/9/2025).


Kunjungan dimulai dari Jepang, di mana Presiden Prabowo menghadiri Expo Osaka 2025. Dari ajang lima tahunan itu, menurut laporan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Indonesia berhasil mencatat komitmen investasi senilai USD23,8 miliar atau sekitar Rp380 triliun.


Di Amerika Serikat, Presiden Prabowo mendapat kehormatan menyampaikan pidato pada urutan ketiga Sidang Umum PBB, setelah Brasil dan AS. Pidato tersebut, kata Seskab Teddy, menuai banyak apresiasi dari pemimpin dunia, termasuk Presiden AS, Perdana Menteri Kanada, Raja Belanda, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron yang langsung menyampaikan ucapan melalui sambungan telepon.


Selain itu, Presiden juga bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino yang menegaskan dukungan terhadap pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia.


Perjalanan singkat ke Kanada menghasilkan capaian strategis berupa penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA). Kesepakatan itu menghapus 90,5 persen tarif produk Indonesia di Kanada, yang dipandang akan memberikan dampak positif bagi perdagangan nasional.


Lawatan ditutup di Belanda, di mana Presiden Prabowo diterima langsung oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch. Pertemuan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral, termasuk kesepakatan pengembalian sekitar 30 ribu benda bersejarah, fosil, dan dokumen budaya milik Indonesia yang selama ini disimpan di Belanda.


“Proses pengembalian sebenarnya sudah berjalan lama, tapi Alhamdulillah berhasil disepakati tadi dan nanti akan dikembalikan ke Indonesia,” tutur Seskab Teddy.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas