Iklan

Iklan

,

Iklan

Indonesia dan Kanada Tandatangani Tiga Kesepakatan Strategis di Ottawa

25 September 2025, 21:52 WIB

 

Indonesia dan Kanada Tandatangani Tiga Kesepakatan Strategis di Ottawa

Indotorial.com, - Ottawa, 24 September 2025 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Indonesia dan Kanada di West Block, Parliament Hill, Ottawa, Rabu (24/9). Agenda ini menjadi salah satu momen penting dalam kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Kanada.


Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menandatangani tiga kesepakatan utama yang mencakup bidang perdagangan, pertahanan, serta koneksi dunia usaha. Langkah ini dipandang sebagai tonggak baru dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.


Kesepakatan pertama adalah penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) oleh Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perdagangan Internasional Kanada. Presiden Prabowo menegaskan bahwa CEPA memiliki nilai strategis baik secara ekonomi maupun politik.


“Saya sangat senang berada di sini untuk penandatanganan CEPA dan saya pikir ini akan menjadi momen bersejarah. Ini akan terbukti sebagai tonggak yang signifikan,” ujar Presiden Prabowo.


Melalui ICA-CEPA, Kanada berkomitmen menghapus 90,5 persen tarif impor produk asal Indonesia, sementara Indonesia melakukan liberalisasi terhadap 85,8 persen pos tarif. Perjanjian ini diproyeksikan mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga USD 11,8 miliar pada 2030, meningkatkan PDB nasional sebesar 0,12 persen, serta memperkuat iklim investasi.


Selain aspek perdagangan, kedua negara juga menandatangani Nota Kesepahaman di bidang pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Departemen Pertahanan Nasional Kanada. Kesepakatan ini memperluas kerja sama strategis, termasuk partisipasi Kanada dalam latihan Super Garuda Shield, pelaksanaan dialog pertahanan reguler, serta penguatan industri militer.


Presiden Prabowo menyatakan komitmen untuk memperluas kolaborasi pertahanan. “Kami menghargai hubungan kami dengan Kanada. Kami ingin mengirim lebih banyak anak muda kami untuk belajar, dilatih, dan bekerja sama dalam bidang pertahanan di masa depan,” ujarnya.


Di sisi lain, kerja sama juga diperkuat melalui penandatanganan MoU on Cooperation in Commerce, Trade, and Investment antara KADIN dan Business Council of Canada (BCC). Kesepakatan business-to-business ini diharapkan dapat mempererat keterhubungan dunia usaha, melengkapi semangat ICA-CEPA.


Kunjungan Presiden Prabowo ke Ottawa kali ini dinilai strategis karena menghasilkan kesepakatan konkret. Ia menekankan upaya keras yang ditempuh dalam proses finalisasi perjanjian.


“Kami mempelajari 9 ribu halaman dokumen perjanjian, ya itu benar, kami begadang semalaman. Tapi bagaimanapun, kami ada di sini untuk menyaksikan dan menandatangani perjanjian besar ini. Jadi saya sangat bangga, saya sangat beruntung menjadi Presiden Indonesia yang membawa ini kembali ke Indonesia,” kata Prabowo.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas