Indotorial.com, - Jakarta – Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, melakukan kunjungan resmi ke Kantor Pusat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Selasa (17/9). Dalam kunjungan tersebut, ia disambut langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji.
Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendukung program pengendalian penduduk, percepatan penurunan stunting, serta pengembangan keluarga berkualitas di Kota Solok.
Wihaji menekankan pentingnya optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik maupun Non-Fisik untuk mendukung program di daerah.
“Saya mendorong Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB untuk mengusulkan DAK secara maksimal pada anggaran berikutnya. Fokusnya pada peningkatan layanan dan fasilitas KB di daerah, sehingga target pengendalian penduduk dan penurunan stunting bisa tercapai lebih cepat,” ujarnya.
Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Ramadhani Kirana Putra menyatakan apresiasi sekaligus komitmennya.
“Arahan dari Pak Menteri menjadi energi baru bagi kami di daerah. InsyaAllah, Kota Solok akan bergerak cepat dan serius dalam mendukung program-program strategis nasional ini,” kata Ramadhani.
Selain soal alokasi anggaran, pertemuan juga membahas penguatan data keluarga dan strategi intervensi stunting berbasis keluarga. Kepala BKKBN beserta jajarannya memberikan panduan teknis mengenai mekanisme pencairan serta pemanfaatan DAK agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pemko Solok berencana segera membentuk tim lintas sektor untuk merumuskan rencana kerja serta timeline pelaksanaan program. Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solok ditugaskan menyiapkan dokumen usulan DAK yang mencakup pembangunan pusat layanan KB, pelatihan kader, hingga program edukasi bagi keluarga pra-sejahtera.
Dengan dukungan penuh dari BKKBN, Kota Solok diharapkan mampu mempercepat target penurunan angka stunting sesuai standar nasional sekaligus menciptakan keluarga kecil berkualitas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial di daerah.
(Indotorial.com)
