INDOTORIAL.COM - SOLOK – Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan dengan mengikuti Retreat Kepala Daerah yang digelar di Lembah Tidar, kawasan Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada 21 Februari hingga 1 Maret 2025.
Kegiatan strategis yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini diikuti oleh para kepala daerah yang baru dilantik pada 20 Februari 2025. Tercatat sebanyak 481 bupati dan wali kota serta 33 gubernur dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam agenda nasional tersebut.
Momentum Strategis Perkuat Kepemimpinan Daerah
Bagi Ramadhani Kirana Putra, retreat kepala daerah ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menilai forum tersebut sebagai momentum penting untuk memperkaya wawasan, memperbarui strategi kepemimpinan, sekaligus memperkuat jejaring antar pemimpin daerah.
“Saya merasa sangat terinspirasi dengan semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan yang diusung dalam kegiatan ini. Retreat ini membuka peluang emas untuk belajar langsung dari rekan-rekan kepala daerah dari berbagai penjuru nusantara, serta dari pelatihan-pelatihan yang akan diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, terutama motivasi dari Presiden Prabowo,” ungkap Ramadhani.
Menurutnya, dinamika tantangan pembangunan daerah saat ini menuntut kepala daerah untuk adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, forum seperti retreat kepala daerah di Akmil Magelang ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan karakter kepemimpinan.
Fokus pada Inovasi Pelayanan Publik Kota Solok
Wali Kota Solok menegaskan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama retreat akan langsung diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata di daerah.
“Kegiatan intensif selama retreat ini tidak hanya memperkuat jiwa kepemimpinan, tetapi juga memberikan saya ide-ide inovatif yang dapat saya terapkan dalam mengoptimalkan pelayanan publik di Solok. Saya yakin, dengan ilmu yang diperoleh, saya akan mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Solok,” tegasnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Solok yang menitikberatkan pada modernisasi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Dengan mengikuti retreat kepala daerah yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Ramadhani juga melihat adanya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah. Hal ini dinilai penting agar arah pembangunan Kota Solok selaras dengan agenda nasional.
Lingkungan Inspiratif di Lembah Tidar
Tak hanya dari sisi materi dan narasumber, Ramadhani juga mengapresiasi pemilihan lokasi retreat di Lembah Tidar, yang berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini dikelilingi panorama alam pegunungan seperti Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Tidar, yang menghadirkan suasana sejuk dan kondusif untuk pembelajaran intensif.
“Lingkungan yang asri dan sejuk ini memberikan inspirasi tersendiri. Saya yakin akan merasa lebih fokus dan tenang dalam menyerap setiap materi yang diberikan, yang nantinya akan saya aplikasikan dalam strategi pembangunan di kota saya,” tambahnya.
Menurutnya, suasana yang mendukung secara psikologis turut membantu para kepala daerah untuk lebih reflektif dan terbuka dalam berdiskusi.
Awal Langkah Besar Menuju Solok yang Lebih Maju
Bagi Wali Kota Solok, retreat kepala daerah di Magelang ini merupakan titik awal untuk memperkuat tekad membangun Kota Solok yang lebih maju, modern, dan responsif.
“Retreat ini adalah awal dari langkah besar menuju Kota Solok yang lebih maju. Saya bertekad untuk menerapkan setiap pelajaran yang saya peroleh demi membangun kota yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkas Ramadhani.
Dengan semangat baru dan visi inovatif, Ramadhani Kirana Putra menegaskan komitmennya untuk menghadirkan terobosan kebijakan dan program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Keikutsertaannya dalam retreat kepala daerah 2025 ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Solok siap bergerak lebih progresif, adaptif, dan kolaboratif dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.
(Indotorial.com)
