INDOTORIAL.COM - SOLOK – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Solok Kota bersama tim gabungan menggelar tes urine dan pemeriksaan kesehatan terhadap sopir bus antar provinsi di Terminal Bareh Solok. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Solok Kota, AKP Riwal Maulidinata, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah dari Pemerintah Kota Solok. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta Samsat Kota Solok. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan transportasi darat dapat diawasi secara maksimal.
“Hari ini kami melakukan tes urine dan cek kesehatan terhadap sopir bus antar provinsi yang beroperasi di luar Sumbar,” ujar AKP Riwal saat ditemui di lokasi kegiatan.
15 Sopir Bus Diperiksa, Hasil Negatif Narkoba
Dalam kegiatan Operasi Keselamatan Singgalang 2025 di Terminal Bareh Solok tersebut, sekitar 15 sopir bus antar provinsi menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi tes urine untuk mendeteksi penggunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang, serta pemeriksaan kesehatan umum seperti pengukuran tekanan darah.
Hasilnya, seluruh sopir yang diperiksa dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba dan zat berbahaya lainnya. Temuan ini tentu menjadi kabar baik bagi upaya peningkatan keselamatan transportasi umum, khususnya bagi penumpang bus antar provinsi yang melintas dari dan menuju Kota Solok.
Selain tes urine, tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Solok juga melakukan pengecekan kondisi fisik para sopir. Pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan umum dinilai penting, mengingat sopir bus memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan puluhan penumpang selama perjalanan jarak jauh.
Upaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Operasi Keselamatan Singgalang 2025 yang digelar Satlantas Polres Solok Kota ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan angkutan umum.
Menurut AKP Riwal, faktor kesehatan dan kondisi fisik sopir menjadi salah satu penentu utama keselamatan di jalan raya. Sopir yang dalam kondisi tidak prima atau terpengaruh zat terlarang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh sopir bus, khususnya yang beroperasi antar provinsi, agar senantiasa menjaga kesehatan serta menjauhi penggunaan obat-obatan terlarang. Dengan kondisi fisik yang sehat dan bebas narkoba, sopir dapat lebih fokus dan sigap dalam berkendara.
“Kami berharap para sopir selalu menjaga kondisi tubuh dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” tegasnya.
Sinergi Lintas Instansi untuk Keselamatan Bersama
Keterlibatan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan Samsat Kota Solok dalam Operasi Keselamatan Singgalang 2025 menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap angkutan umum yang beroperasi di wilayah hukum Polres Solok Kota.
Dengan langkah proaktif seperti tes urine sopir bus dan pemeriksaan kesehatan rutin di Terminal Bareh Solok, keselamatan berkendara diharapkan semakin terjaga. Tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi umum.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Solok dan sekitarnya. Dengan pengawasan yang konsisten, harapannya jalan raya menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari risiko kecelakaan fatal.
Operasi Keselamatan Singgalang 2025 pun diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama.
(Indotorial.com)
