Iklan

Iklan

,

Iklan

Deteksi Dini Kanker Serviks di Riau Kian Mendesak, DP3AP2KB: Jangan Tunggu Sampai Terlambat

2 Januari 2022, 15:46 WIB

 

Deteksi Dini Kanker Serviks di Riau Kian Mendesak, DP3AP2KB: Jangan Tunggu Sampai Terlambat

INDOTORIAL.COM – Kasus kanker serviks di Provinsi Riau masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menegaskan pentingnya deteksi dini kanker serviks sebagai langkah utama menyelamatkan nyawa kaum wanita.


Kepala DP3AP2KB Provinsi Riau, Tengku Hidayati Effiza, menegaskan bahwa kanker serviks hingga kini masih tercatat sebagai salah satu penyakit mematikan di kalangan perempuan. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bincang Santai Kenali Dini Kanker Serviks yang digelar di Riau Command Center, Jumat (31/12/2021).


“Pada isu kesehatan, salah satu ancaman nyata yang menghantui perempuan adalah kanker serviks. Kanker ini harus kita deteksi sedari dini karena akan menimbulkan permasalahan yang serius di kemudian hari,” ujar Effiza.


Menurutnya, deteksi dini kanker serviks sangat penting karena semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk ditangani dan disembuhkan. Pemeriksaan sejak awal juga dapat menjadi acuan untuk mengetahui stadium kanker serviks, sehingga langkah pengobatan bisa dilakukan secara tepat dan terarah.


Kanker Serviks Jadi Pembunuh Utama Perempuan


Senada dengan hal tersebut, Ketua I TP PKK Provinsi Riau, Suti Mulyati Edy, menyebut bahwa kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak yang menyerang perempuan.


“Saat ini kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang wanita di dunia setelah kanker payudara,” jelasnya.


Ia menilai, salah satu kendala utama dalam penanganan kanker serviks adalah masih adanya rasa malu di kalangan perempuan untuk melakukan pemeriksaan. Padahal, prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati” seharusnya menjadi pegangan utama dalam menjaga kesehatan reproduksi.


Menurutnya, apabila kanker serviks diketahui sejak tahap awal, maka peluang untuk sembuh akan jauh lebih besar. Selain pemeriksaan medis, perubahan pola hidup, perilaku sehat, serta pola makan seimbang juga menjadi bagian penting dalam pencegahan kanker serviks.


Tiga Cara Deteksi Dini Kanker Serviks


Sementara itu, Spesialis Kandungan Konsultan Onkologi dari RSUD Arifin Achmad, Ari Hidayat, memaparkan beberapa metode deteksi dini kanker serviks yang dapat dilakukan perempuan, khususnya yang sudah aktif secara seksual atau berusia di atas 21 tahun.


Pertama adalah pemeriksaan Pap Smear. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya pertumbuhan sel abnormal di dalam rahim dan leher rahim (serviks). Hasil pemeriksaan dapat menunjukkan adanya perubahan sel atau tanda-tanda awal perkembangan sel kanker.


Kedua, tes Human Papilloma Virus (HPV). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi virus HPV yang menjadi salah satu penyebab utama kanker serviks. Prosesnya dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk dianalisis lebih lanjut.


Ketiga, tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Metode ini direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai langkah skrining sederhana dan efektif. Pemeriksaan dilakukan dengan mengoleskan asam asetat 3–5 persen pada leher rahim untuk melihat adanya perubahan jaringan yang mencurigakan.


Data Kasus Kanker Serviks di Riau 2021


Sepanjang tahun 2021, data dari RSUD Arifin Achmad mencatat sebanyak 105 kasus kanker serviks di Provinsi Riau hingga 31 Desember 2021.


Rinciannya meliputi Pekanbaru 33 kasus, Bengkalis 13 kasus, Kampar 12 kasus, Indragiri Hulu 7 kasus, Kuantan Singingi 7 kasus, Rokan Hilir 7 kasus, Siak 6 kasus, Dumai 6 kasus, Rokan Hulu 5 kasus, Kepulauan Meranti 4 kasus, Indragiri Hilir 4 kasus, dan Pelalawan 1 kasus.


Data ini menjadi pengingat bahwa kanker serviks di Riau bukan sekadar isu kesehatan biasa, melainkan persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.


Melalui edukasi, pemeriksaan rutin, serta peningkatan kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi, diharapkan angka kanker serviks di Riau dapat ditekan. Pemerintah daerah pun terus mendorong masyarakat untuk tidak ragu melakukan deteksi dini kanker serviks demi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas