Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Jokowi Komit Benahi Kawasan Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Terintegrasi

1 Agustus 2019, 22:04 WIB

 

Presiden Jokowi Komit Benahi Kawasan Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Terintegrasi

Indotorial.com, - Kawasan Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara menyimpan pesona alam dan budaya yang luar biasa. Selain keindahan danau vulkanik terbesar di dunia, kawasan ini juga menawarkan daya tarik wisata budaya seperti desa adat dan desa ulos yang khas masyarakat Batak.


Selama tiga hari kunjungan kerja di kawasan Danau Toba, Presiden Joko Widodo meninjau sejumlah titik wisata di wilayah Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir (Tobasa), hingga Humbang Hasundutan. Dalam kunjungannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menata dan mengembangkan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dan berkelas dunia.


“Tadi juga pagi, desa adat, desa ulos, semuanya juga akan direhab total. Pasarnya, pasar suvenir, kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Termasuk dua dermaga pelabuhan akan diselesaikan semua sehingga kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah. Dermaganya semua selesai, setelah itu kita akan promosikan, akan marketing secara besar-besaran Danau Toba,” ujar Presiden usai meninjau Tano Ponggol di Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019).


Menurut Presiden, meskipun promosi sudah dimulai, promosi besar-besaran baru akan dilakukan setelah seluruh pengembangan produk wisata rampung. “Produknya ya tadi, desa adat, desa ulos, pasarnya, pasar suvenir, semuanya, jalannya siap, dermaganya siap, termasuk ini terusan Tano Ponggol selesai. Ini pekerjaan besar, dilebarkan 80 meter sehingga nanti kapal itu bisa muter Pulau Samosir,” lanjutnya.


Pembangunan kawasan wisata Danau Toba akan dilakukan secara paralel, meliputi penataan lokasi wisata, pembangunan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Presiden menekankan pentingnya pengembangan SDM lokal melalui pendidikan vokasi pariwisata agar masyarakat sekitar dapat berperan aktif dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut.


“Memang produknya sekali lagi belum dikemas, belum diberi story, mestinya ada cerita. Kemudian juga termasuk SDM-nya, SMK-SMK di sini beberapa nanti akan kita switch ke SMK pariwisata. Ini paralel semuanya. Enggak bisa hanya produknya, SDM-nya enggak. Atau hanya SDM dan produknya tapi lingkungannya, hutannya enggak dikembalikan lagi. Enggak bisa,” tegas Jokowi.


Selain pengembangan pariwisata, pemerintah juga akan menuntaskan berbagai persoalan lingkungan di kawasan Danau Toba, termasuk pencemaran air yang diakibatkan oleh pakan ikan dari Keramba Jaring Apung (KJA). Presiden memastikan bahwa langkah-langkah perbaikan akan melibatkan para ahli untuk meneliti dan mencari solusi terbaik.


“Termasuk itu akan kita selesaikan. Sudah ada expert-nya, khusus untuk urusan air yang (menyebabkan) gatal. Kemudian yang kedua, masalah hutan akan kita ambil kemudian kita tanami lagi,” ujar Jokowi.


Para ahli tersebut akan melakukan kajian menyeluruh terkait kualitas air dan kelestarian lingkungan Danau Toba. “Nanti dilihat. Ini expert-nya kalau sudah kajiannya komplet, tapi yang jelas itu akan dicarikan solusi. Syukur enggak ditutup. Kalau ditutup ya itu memang kalau enggak ada solusi,” tandasnya.


Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap Danau Toba dapat menjadi ikon wisata unggulan Indonesia yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keberlanjutan lingkungan secara harmonis.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas