Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Jokowi Galang Donasi untuk Penyintas Gempa Banten dalam Acara Kumpul Keluarga Kabinet Kerja

5 Agustus 2019, 20:50 WIB

 

Presiden Jokowi Galang Donasi untuk Penyintas Gempa Banten dalam Acara Kumpul Keluarga Kabinet Kerja

Indotorial.com, - Bogor, 4 Agustus 2019 — Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri acara kumpul keluarga bersama para menteri dan mantan menteri Kabinet Kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (4/8). Dalam kesempatan tersebut, Presiden dan jajaran kabinet turut menggalang donasi sebagai bentuk solidaritas bagi para penyintas gempa Banten yang terjadi sehari sebelumnya.


Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukur bahwa dampak gempa di lapangan tidak sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya penanganan cepat dan terkoordinasi bagi masyarakat terdampak.


“Alhamdulillah di lapangan yang terjadi tidak seperti yang kita bayangkan. Tetapi apapun, tetap memerlukan penanganan yang cepat, penanganan yang baik. Nanti kita sedikit-sedikit lah ikut nyumbang ya, sebagai pribadi,” ujar Presiden kepada para jurnalis.


Acara yang mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas” itu juga diisi dengan doa bersama untuk korban gempa. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menuturkan bahwa semangat solidaritas tidak hanya terbatas pada lingkup Kabinet Kerja, tetapi juga sebagai wujud kepedulian seluruh rakyat Indonesia terhadap sesama.


“Saya mengajak bapak ibu sekalian untuk berdoa semoga saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah tidak mengalami penderitaan, dan kita bersama-sama segera membantu mereka dengan secepat-cepatnya,” kata Pratikno.


Sebelumnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan adanya potensi gempa besar dengan magnitudo hingga 9,0 di selatan Jawa, yang terakhir kali terjadi sekitar 400 tahun lalu. Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian terkait untuk mempersiapkan langkah antisipatif, terutama dalam edukasi dan proses evakuasi masyarakat.


“Gempa bumi itu tidak bisa dihitung dan diperkirakan waktunya. Oleh sebab itu saya sudah perintahkan kepada BNPB dan Menko untuk mempersiapkan masyarakat, terutama proses-proses evakuasi,” tegas Presiden.


Jokowi juga menyoroti pentingnya pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah dan masyarakat. Menurutnya, sudah ada peningkatan signifikan dalam penanganan evakuasi saat gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Sabtu malam (3/8).


“Sekarang di sekolah-sekolah dan masyarakat mulai kita edukasi. Dan kemarin waktu di Banten itu sudah ada lompatan perbaikan dalam proses evakuasi. Tapi kepanikan tetap ada, itu wajar. Yang penting edukasi kebencanaan terus dilakukan, dan masyarakat tetap tenang serta waspada,” pungkas Presiden.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas