Iklan

Iklan

,

Iklan

Pemerintah Genjot Kebijakan B20, Jokowi Targetkan Loncat ke B30 hingga B50 untuk Kurangi Impor BBM

13 Agustus 2019, 11:21 WIB

 

Pemerintah Genjot Kebijakan B20, Jokowi Targetkan Loncat ke B30 hingga B50 untuk Kurangi Impor BBM

Indotorial.com – Pemerintah bergerak cepat mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi fosil dan impor bahan bakar minyak (BBM). Salah satu langkah strategis yang terus digenjot ialah penerapan kewajiban biodiesel 20 persen (B20) yang telah menjadi agenda nasional dalam beberapa tahun terakhir.


Dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 12 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo kembali menekankan pentingnya percepatan program ini. Menurutnya, implementasi B20 secara konsisten bukan hanya soal energi alternatif, tetapi langsung menyentuh fondasi ketahanan ekonomi nasional.


“Kita ingin lebih cepat dan mulai dari B20 ini kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan yang paling penting mengurangi impor minyak,” tegas Presiden.


Tidak main-main, Jokowi menyebut ada potensi penghematan hingga USD 5,5 miliar per tahun jika kebijakan biodiesel ini berjalan penuh di seluruh sektor. Angka tersebut menjadi dorongan kuat untuk memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi maupun implementasinya di lapangan.


Dukung Pasar Sawit dan Multiplier Effect ke Petani


Selain menekan impor, kebijakan B20 disebut memberikan dampak berganda terhadap sektor perkebunan sawit nasional. Permintaan minyak sawit mentah (CPO) diprediksi meningkat signifikan seiring kewajiban pencampuran biodiesel.


“Penerapan B20 akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar. Kita harapkan menimbulkan multiplier effect terhadap para petani, pekebun, dan pekerja di industri kelapa sawit,” ujar Jokowi.


Dengan meningkatnya serapan CPO di dalam negeri, posisi tawar Indonesia di pasar global diperkirakan ikut menguat. Presiden menilai langkah ini penting, terutama dalam menghadapi tekanan dari Uni Eropa dan sejumlah negara lain terhadap industri sawit Indonesia.


Target Ambisius: B30 di 2020, Lanjut B50


Tidak hanya berhenti di B20, Presiden mendorong peningkatan standar campuran biodiesel. Ia menyatakan target jelas: mulai Januari 2020 penerapan B30, lalu meloncat ke B50 pada akhir 2020.


“Selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” tegasnya.


Langkah ini disebut sebagai strategi jangka panjang untuk secara bertahap mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, sekaligus membuka peluang inovasi energi terbarukan di dalam negeri.


Eksplorasi ‘Avtur Hijau’: Peluang Baru dari Sawit


Menariknya, Presiden juga menginstruksikan jajarannya mengeksplorasi kemungkinan produksi “avtur hijau” berbahan dasar sawit. Jika berhasil, Indonesia berpotensi menekan impor avtur yang selama ini membebani neraca dagang.


“Saya mendengar CPO ini bisa dibuat avtur. Tolong ini diteliti lebih dalam. Kalau bisa, impor avtur akan berkurang dan defisit transaksi berjalan akan membaik,” ujarnya.


Jokowi Akan Awasi Langsung Implementasi


Presiden menutup arahannya dengan menegaskan bahwa dirinya akan memantau langsung pelaksanaan B20 hingga transisi ke B30. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait menunjukkan komitmen penuh.


“Perlu saya sampaikan bahwa saya akan cek langsung urusan penggunaan B20 ini termasuk nanti kalau meloncat ke B30,” tandasnya.


Kebijakan biodiesel ini menjadi bukti bahwa Indonesia mulai menapaki jalan menuju kemandirian energi—memanfaatkan kekayaan alam sendiri, sambil memperbaiki posisi ekonomi nasional di mata dunia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas