Iklan

Iklan

,

Iklan

Indonesia Bidik Peluang Besar di Expo 2020 Dubai, Jokowi Minta Persiapan Matang dan Terintegrasi

14 Agustus 2019, 11:25 WIB

 

Indonesia Bidik Peluang Besar di Expo 2020 Dubai, Jokowi Minta Persiapan Matang dan Terintegrasi

INDOTORIAL.COM - Indonesia bersiap menghadapi ajang bergengsi dunia, Expo 2020 Dubai, yang akan digelar pada 20 Oktober tahun depan di Persatuan Emirat Arab (PEA). Pameran internasional terbesar yang hanya kalah pamor dari Piala Dunia dan Olimpiade ini bakal melibatkan sekitar 192 negara. Indonesia pun tak mau hanya menjadi peserta biasa—melainkan ingin hadir dengan performa terbaik demi memperkuat posisi di kancah global.


Dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memaksimalkan kesempatan besar ini. Menurutnya, Expo 2020 Dubai bukan hanya panggung pameran, tetapi juga peluang strategis untuk memperluas pasar perdagangan, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menarik investasi internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah.


“Kita harus memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya, baik dalam rangka urusan perdagangan, pariwisata, dan investasi internasional khususnya pasar di Timur Tengah,” ujar Jokowi.


Presiden juga menyoroti pentingnya Indonesia membangun citra positif di mata dunia melalui desain paviliun yang benar-benar merepresentasikan identitas bangsa. Dengan puluhan juta pengunjung dari berbagai negara diperkirakan hadir di Expo 2020, Jokowi menegaskan bahwa paviliun Indonesia harus mampu menarik perhatian dan menunjukkan keunggulan nasional secara modern dan kuat.


“Desain, venue, lokasi, dan paviliun betul-betul harus menampilkan wajah Indonesia sebagai sebuah negara besar. Jangan sampai kita salah pilih lokasi,” tegasnya.


Selain itu, Jokowi kembali mengingatkan bahwa kunci keberhasilan Indonesia di ajang ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga sinergi. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait bekerja secara terintegrasi. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta pun dinilai wajib diperkuat agar strategi pemasaran perdagangan, investasi, dan pariwisata Indonesia berjalan satu arah.


“Saya minta agar semua pameran ekspo di luar negeri untuk marketing perdagangan, investasi, dan pariwisata betul-betul terintegrasi dan terkonsolidasi,” ucap Jokowi.


Salah satu hal teknis yang menjadi sorotan adalah soal anggaran pameran. Jokowi mengungkapkan bahwa alokasi dana terkait kegiatan expo masih tersebar di banyak kementerian—setidaknya 18 kementerian, belum termasuk BUMN. Padahal, jika dikumpulkan dalam satu wadah, anggaran tersebut bisa jauh lebih besar dan efisien.


“Kalau anggarannya tersebar, kelihatannya kecil-kecil. Tapi kalau dikumpulkan sebenarnya besar. Ini harus dikelola lebih terpusat,” jelasnya.


Presiden mengingatkan agar Indonesia tidak tampil seadanya. Jika setiap kementerian berjalan sendiri, maka yang terjadi hanyalah pameran kecil dengan satu atau dua stan tanpa dampak signifikan. Padahal, Expo 2020 adalah panggung strategis dunia yang sudah berlangsung sejak 1851, dikenal sebagai tempat lahirnya inovasi baru, ajang pertukaran budaya, hingga kesempatan memperkenalkan potensi nasional kepada dunia.


Dengan persiapan yang matang, terintegrasi, dan melibatkan semua pihak, Indonesia berharap dapat tampil memukau—bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai negara yang siap bersaing di panggung global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas