Indotorial.com, - Tanjungpinang, 7 Agustus 2019 — Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kepulauan Riau, Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba, Hoaks, Perundungan, dan Pornografi yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Indoor Tumenggung, Rabu (7/8).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme, terutama karena Ibu Negara memilih cara unik untuk berinteraksi dengan para pelajar, yakni melalui kuis berhadiah.
“Tadi sudah diberi sosialisasi bahaya narkoba ya? Bahaya narkoba itu bagaimana?” tanya Ibu Iriana kepada seorang siswa yang maju menjawab kuis.
Muhammad Rasyid Irawan, siswa kelas XI SMK yang terpilih menjawab, dengan lantang menjelaskan, “Sangat bahaya, bisa merusak otak, masa depan jadi tidak cerah, dapat menyebabkan kegilaan, dan dapat merusak kejasmanian.”
Atas jawabannya yang tepat, Rasyid mendapatkan hadiah berupa sepeda dari Ibu Negara.
Kuis kemudian berlanjut dengan pertanyaan dari Ibu Mufidah Jusuf Kalla yang turut mendampingi. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah berupa laptop.
Tak hanya itu, Ibu Nora Tristyana Ryamizard turut memberikan pertanyaan seputar bahaya narkoba. Para siswa pun tampak antusias berebut untuk menjawab. Seorang siswi menjelaskan bahwa narkoba merupakan zat atau obat yang dapat merusak syaraf otak dan tubuh, serta tidak boleh disalahgunakan.
Seorang siswa lainnya menambahkan penjelasan lebih lengkap, merujuk pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi-sintesis, yang bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, dan mengakibatkan ketergantungan,” ucapnya.
“Jawabannya benar dan undang-undangnya juga tadi sudah pas,” kata seorang juri yang memberikan apresiasi atas ketepatan jawaban tersebut.
Para pelajar yang berhasil menjawab pun mendapatkan hadiah, disambut tepuk tangan dan sorak gembira dari peserta lainnya.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya edukasi kepada generasi muda agar waspada terhadap ancaman narkoba, hoaks, perundungan, dan pornografi, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.
(Indotorial.com)
