Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah di Mamasa dan Mamuju, Pastikan Revitalisasi dan Pemerataan Fasilitas Pendidikan

3 November 2026, 17:08 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Sekolah di Mamasa dan Mamuju, Pastikan Revitalisasi dan Pemerataan Fasilitas Pendidikan

INDOTORIAL.COM - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau sejumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah sekaligus memastikan kebutuhan kegiatan belajar mengajar di daerah mendapatkan perhatian pemerintah.


Dua sekolah yang menjadi lokasi peninjauan adalah SMA Negeri 1 Mamasa di Kabupaten Mamasa dan SD Negeri Samak di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Dalam kunjungan tersebut, Wapres tidak hanya melihat kondisi bangunan sekolah, tetapi juga berdialog dengan siswa dan guru guna menyerap berbagai aspirasi terkait kebutuhan pendidikan di daerah.


Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemerataan layanan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di wilayah luar Pulau Jawa agar memperoleh kesempatan belajar dengan fasilitas yang layak dan berkualitas.


Wapres Gibran Terima Aspirasi Siswa SMA Negeri 1 Mamasa


Saat mengunjungi SMA Negeri 1 Mamasa, Gibran meninjau perkembangan program revitalisasi bangunan sekolah yang tengah berjalan. Kondisi sejumlah fasilitas pendidikan menjadi perhatian Wapres karena masih membutuhkan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman.


Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga berdialog dengan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mamasa, Deswita Maharani T. Karaeng, yang menyampaikan sejumlah aspirasi mewakili teman-temannya.


Deswita mengungkapkan bahwa sekolahnya masih membutuhkan berbagai fasilitas penunjang, terutama untuk mendukung kegiatan olahraga serta pengembangan kreativitas dan bakat siswa di bidang seni.


Ia menyebutkan, beberapa kebutuhan mendesak di antaranya perlengkapan olahraga seperti net dan ring basket. Selain itu, ruang seni juga masih membutuhkan peralatan musik, khususnya alat musik modern, agar siswa memiliki fasilitas yang memadai untuk mengembangkan kemampuan mereka.


“Jadi, di sini saya ingin menyampaikan aspirasi dari teman-teman sekalian tentang fasilitas sekolah yang masih kurang di sekolah kami, Pak. Pertama itu ada fasilitas olahraga, seperti net kemudian ring basket. Kemudian yang kedua itu ada fasilitas untuk ruang seni. Jujur sekali, Pak, fasilitas untuk ruang seni itu masih sangat kurang, terutama untuk alat musik modern,” ujar Deswita.


Aspirasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wapres. Gibran mengakui bahwa kondisi bangunan sekolah memang membutuhkan perbaikan menyeluruh. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kondisi fasilitas sekolah yang masih belum memadai, sekaligus memastikan pemerintah akan melanjutkan program revitalisasi.


“Kurang banget, ini rusak. Makanya kita ke sini ya. Nanti kita revitalisasi ya. Saya mohon maaf ya, ini sekolahnya sampai seperti ini. Katanya dari tahun 80. Nanti kita perbaiki ya,” ujar Gibran.


Revitalisasi Sekolah Disertai Pemenuhan Fasilitas Penunjang


Gibran menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap SMA Negeri 1 Mamasa tidak hanya sebatas perbaikan fisik bangunan. Berbagai fasilitas pendukung pembelajaran juga perlu dipenuhi agar siswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan secara lebih optimal.


Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada tiga gedung sekolah yang mulai mendapatkan penanganan melalui program revitalisasi. Perbaikan tersebut akan dilanjutkan sehingga kondisi bangunan sekolah secara keseluruhan semakin layak digunakan.


Selain bangunan, Gibran juga meminta agar kebutuhan alat musik, perlengkapan olahraga, hingga fasilitas musala turut diperhatikan.


“Iya, gedungnya nanti kita perbaiki, ya. Kemarin baru dicicil berapa gedung? Tiga gedung. Nanti kita perbaiki, ya. Sama alat musik, alat olahraga, sama yang musala,” lanjutnya.


Perhatian terhadap kebutuhan tersebut dinilai penting karena lingkungan pendidikan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kondisi ruang kelas. Fasilitas olahraga, ruang seni, serta sarana ibadah juga menjadi bagian dari kebutuhan sekolah dalam mendukung perkembangan karakter, kreativitas, dan potensi peserta didik.


Dengan fasilitas yang lebih memadai, siswa diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.


Wapres Tekankan Pemerataan Pendidikan hingga Luar Pulau Jawa


Selain SMA Negeri 1 Mamasa, Wapres Gibran juga meninjau SD Negeri Samak di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah serta berinteraksi dengan para guru dan siswa.


Peninjauan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat kebutuhan pendidikan di tingkat sekolah dasar, terutama yang berada di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas.


Gibran menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas, tanpa dibatasi oleh lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis daerahnya.


“Pemerintah terus berupaya menghadirkan pembangunan layanan pendidikan yang lebih merata,” ujar Wapres.


Ia juga menekankan bahwa anak-anak yang tinggal di luar Pulau Jawa harus memperoleh kesempatan yang setara dengan anak-anak di wilayah lain. Karena itu, pembangunan sektor pendidikan perlu terus diperluas agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar.


“Siswa di luar Pulau Jawa juga miliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses layanan pendidikan berkualitas, termasuk dukungan fasilitas belajar mengajar, ketersediaan guru, serta fasilitas kesehatan, dan sanitasi,” tegas Gibran.


Pemerataan Pendidikan Tidak Cukup Hanya dengan Membangun Sekolah


Lebih lanjut, Wapres mengingatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dilakukan dengan memastikan keberadaan gedung sekolah di setiap daerah. Kualitas layanan pendidikan juga harus didukung oleh berbagai kebutuhan dasar yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara aman, sehat, dan nyaman.


Kebutuhan tersebut mencakup ruang kelas yang layak, ketersediaan tenaga pendidik yang memadai, fasilitas kesehatan, serta sarana sanitasi yang baik.


Ketersediaan guru juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab, fasilitas bangunan yang memadai perlu diimbangi dengan tenaga pendidik yang mampu memberikan pembelajaran berkualitas kepada para siswa.


Sementara itu, fasilitas kesehatan dan sanitasi yang layak diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan mendukung kesehatan peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.


Melalui peninjauan langsung di Mamasa dan Mamuju, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi pendidikan di daerah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu segera ditindaklanjuti.


Kunjungan kerja ini juga mencerminkan komitmen Wapres Gibran untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, serta mengawal pelaksanaan program pemerintah agar tepat sasaran.


Dengan perbaikan infrastruktur sekolah dan pemenuhan fasilitas pendukung pembelajaran, pemerataan pendidikan diharapkan semakin nyata. Anak-anak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pelosok Sulawesi Barat, dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas