Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Dorong Dunia Usaha Terlibat dalam Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Indonesia

1 November 2026, 16:16 WIB

 

Prabowo Dorong Dunia Usaha Terlibat dalam Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Indonesia

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto terus mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. Salah satu upaya yang menjadi perhatian pemerintah adalah menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, integritas, serta keberanian dalam menjalankan tanggung jawab.


Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak kalangan dunia usaha untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan manusia Indonesia. Keterlibatan sektor swasta dinilai penting karena upaya menyiapkan generasi penerus bangsa membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan pemerintah.


James Riyadi Apresiasi Perhatian Prabowo terhadap Pembangunan SDM


Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Presiden Prabowo dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan manusia merupakan fondasi penting bagi sebuah negara yang ingin berkembang menjadi bangsa besar.


James menilai, perhatian Presiden terhadap pendidikan dan pembentukan karakter calon pemimpin menjadi bagian penting dari visi pembangunan nasional. Sebab, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam maupun kekuatan ekonominya, tetapi juga kualitas manusia yang mengelola dan mengembangkan potensi bangsa.


“Hari ini pimpinan dunia usaha melihat seseorang Presiden yang luar biasa. Dia mencurahkan hati dia itu untuk pendidikan, untuk pembangunan manusia. Dia menceritakan betapa tidak ada bangsa yang besar itu yang tidak terkait dengan pembangunan manusia, khususnya pemimpin-pemimpin itu yang punya karakter,” ujar James.


Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki keinginan agar Indonesia menjadi negara maju dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pembangunan manusia harus mendapatkan perhatian serius dan dilakukan secara berkelanjutan.


Program P3MDI Jadi Upaya Menyiapkan Calon Pemimpin Muda


Selain pembangunan SDM secara umum, James Riyadi turut menyoroti pentingnya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda untuk berkembang. Menurutnya, kesempatan tersebut perlu terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari daerah dan lingkungan dengan keterbatasan akses terhadap peluang pengembangan diri.


Ia menilai Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) merupakan salah satu bentuk implementasi visi Presiden Prabowo dalam menyiapkan calon pemimpin nasional melalui sistem meritokrasi.


Program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak muda yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan memiliki pengalaman kerja untuk mengikuti proses pembinaan secara intensif.


James menyebut peserta program telah memiliki latar belakang pendidikan S1 dan pengalaman kerja sekitar satu hingga dua tahun. Selanjutnya, mereka akan menjalani pelatihan intensif selama sembilan bulan, disertai proses seleksi dan penyaringan yang terarah.


“Ini visi beliau, dia punya visi dan dia punya perut (keberanian) untuk menjalankan visi itu menjadi nyata. Jadi kita tidak ada jalan lain, kita harus mendukung karena mereka ini 300 sekian anak-anak muda ini sudah S1, sudah pengalaman 1-2 tahun dan akan dilatih secara intensif selama 9 bulan,” ungkap James.


Ia berharap proses pembinaan tersebut dapat melahirkan generasi pemimpin yang memiliki kemampuan, karakter, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan pembangunan Indonesia pada masa mendatang.


Kadin Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha


Apresiasi terhadap taklimat Presiden Prabowo juga disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Pangan Indonesia, Mulyadi Jayabaya.


Menurut Mulyadi, taklimat yang disampaikan Kepala Negara memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab negara dalam mendorong kemajuan bangsa. Ia menilai pembangunan nasional membutuhkan perhatian terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, pendidikan hingga keamanan.


Mulyadi mengungkapkan bahwa pemerintah dan dunia usaha perlu memiliki pemahaman serta tujuan yang sejalan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan dukungan yang lebih luas.


“Luar biasa. Taklimat Bapak Presiden ini, Bapak Prabowo ini, dengan umur waktu diri saya 2 tahun, luar biasa. Memberikan wawasan kepada kita, bagaimana tanggung jawab negara. Negaranya harus maju, dan ini sangat luar biasa,” kata Mulyadi.


Ia juga menegaskan bahwa Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah. Karena itu, kalangan pengusaha diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan ekonomi, tetapi juga mengambil bagian dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan masa depan bangsa.


Salah satu bidang yang menjadi perhatian Mulyadi adalah ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk memperkuat sektor pangan sekaligus mendukung penyiapan generasi penerus yang mampu melanjutkan pembangunan.


“Mari kita bersama-sama antara swasta dengan pemerintah karena Kadin sebagai mitra. Kita dukung MDI ini. Supaya ketahanan pangan bisa tercapai oleh kita. InsyaAllah tercapai,” pungkasnya.


Pembangunan Pemimpin Masa Depan Membutuhkan Kolaborasi


Dukungan kalangan dunia usaha terhadap Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai elemen bangsa dalam membangun kualitas SDM.


Penyiapan pemimpin masa depan bukan sekadar memberikan pelatihan atau pendidikan formal. Lebih dari itu, proses tersebut membutuhkan pembentukan karakter, integritas, kemampuan mengambil keputusan, serta kesadaran terhadap tanggung jawab kepada masyarakat dan negara.


Melalui P3MDI, pemerintah berupaya memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda yang dipersiapkan untuk mengambil peran dalam pembangunan nasional. Sementara itu, keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan.


Pada akhirnya, pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak hanya diukur dari kemampuan individu, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kemajuan bangsa.


Harapannya, generasi pemimpin yang dipersiapkan hari ini dapat tumbuh menjadi sosok yang kompeten, berkarakter, berani mengambil tanggung jawab, serta memiliki komitmen untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju, mandiri, dan dihormati di tingkat dunia.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas