Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Panggil Bahlil, Bahas Listrik Desa dan Pabrik Baterai CATL-Antam

31 Oktober 2026, 16:48 WIB

 

Prabowo Terima Bahlil, Bahas Listrik Desa dan Pabrik Baterai CATL-Antam

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan program listrik desa serta pembangunan industri baterai kendaraan listrik melalui kerja sama China-based Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).


Dalam pertemuan tersebut, Bahlil melaporkan perkembangan pemerataan akses listrik di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah juga menyiapkan peresmian sejumlah titik program listrik desa yang ditargetkan mampu memperluas jangkauan layanan kelistrikan bagi masyarakat.


Selain itu, Bahlil menyampaikan perkembangan pembangunan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dan Antam. Fasilitas industri yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo sekitar setahun lalu itu kini disebut sudah mulai berproduksi.


Dua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan infrastruktur energi sekaligus mendorong hilirisasi industri di Indonesia.


Hampir 11 Ribu Desa dan Dusun Belum Teraliri Listrik


Dalam keterangan pers seusai bertemu Presiden Prabowo, Bahlil mengungkapkan bahwa masih terdapat hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia yang belum memiliki akses listrik.


Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah dalam memperluas pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan belum terjangkau layanan kelistrikan.


Pemerintah terus mendorong program listrik desa sebagai salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan akses listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan energi secara memadai.


Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa tahun 2025. Peresmian tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.


“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Bahlil kepada awak media usai pertemuan.


Peresmian ribuan titik tersebut menjadi bagian dari perkembangan program pemerataan akses listrik di Indonesia. Kehadiran listrik di desa dan dusun diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik.


Meski demikian, masih banyaknya desa dan dusun yang belum memiliki akses listrik menunjukkan bahwa pemerataan infrastruktur energi masih membutuhkan perhatian serius.


Pabrik Baterai CATL-Antam Sudah Mulai Berproduksi


Selain membahas program listrik desa, Presiden Prabowo dan Bahlil juga membicarakan perkembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.


Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pabrik baterai hasil kerja sama CATL dan Antam. Pabrik tersebut sebelumnya telah menjalani peletakan batu pertama yang dilakukan Presiden Prabowo sekitar setahun lalu.


Menurut Bahlil, pembangunan fasilitas tersebut kini telah memasuki tahap penting karena pabriknya sudah mulai berproduksi.


“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil.


Perkembangan ini menjadi salah satu langkah penting dalam penguatan industri baterai kendaraan listrik nasional. Pasalnya, baterai merupakan komponen utama dalam kendaraan listrik dan memiliki peran strategis dalam perkembangan industri otomotif berbasis energi baru.


Dengan mulai berproduksinya pabrik CATL-Antam, Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik.


Indonesia Perkuat Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik


Bahlil menjelaskan bahwa kehadiran pabrik CATL-Antam menambah jajaran fasilitas produksi baterai kendaraan listrik yang ada di Indonesia.


Ia menyebut terdapat tiga pabrik yang menjadi bagian dari perkembangan industri baterai nasional. Ketiganya meliputi fasilitas milik Hyundai, pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam.


Menurut Bahlil, perkembangan tersebut memperlihatkan semakin terintegrasinya ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.


Integrasi ini mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai. Dengan demikian, pengembangan industri baterai tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga pada penguatan rantai pasok bahan baku dan pengolahan mineral di dalam negeri.


Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Melalui hilirisasi, Indonesia berupaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sebelum dipasarkan atau dimanfaatkan lebih lanjut.


Bahlil menilai kemampuan Indonesia dalam membangun ekosistem baterai yang terintegrasi menjadi perkembangan penting di tengah persaingan industri kendaraan listrik global.


“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” tutur Bahlil.


Hilirisasi Jadi Fokus Pengembangan Industri Nasional


Pengembangan pabrik baterai kendaraan listrik menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industri nasional.


Indonesia memiliki sumber daya mineral yang menjadi bahan penting dalam industri baterai. Namun, keberadaan sumber daya alam tersebut perlu didukung pengolahan dan pengembangan industri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.


Melalui integrasi pertambangan, pengolahan mineral, dan produksi sel baterai, pemerintah berupaya membangun rantai industri yang lebih kuat di dalam negeri.


Di sisi lain, program listrik desa juga menjadi agenda penting untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh akses terhadap energi.


Pertemuan Presiden Prabowo dengan Bahlil pada 29 Oktober 2026 tersebut memperlihatkan dua agenda energi yang berjalan beriringan, yakni memperluas akses listrik bagi masyarakat dan memperkuat industri energi nasional melalui hilirisasi.


Pemerintah kini menyiapkan peresmian 1.413 titik program listrik desa serta peresmian pabrik baterai CATL-Antam yang sudah mulai berproduksi. Kedua perkembangan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong pemerataan energi sekaligus memperkuat industri strategis Indonesia.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas