Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Mahasiswa Mamasa Sampaikan Aspirasi ke Wapres Gibran, Minta Kampus Negeri hingga Fasilitas Pemuda

3 November 2026, 17:01 WIB

 

Mahasiswa Mamasa Sampaikan Aspirasi ke Wapres Gibran, Minta Kampus Negeri hingga Fasilitas Pemuda

INDOTORIAL.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendengarkan langsung berbagai aspirasi mahasiswa Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, saat hendak meninjau Pasar Tumpah Mamasa, Senin (2/11/2026). Dalam pertemuan spontan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai penting untuk mendorong pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerataan bantuan sosial, hingga penyediaan fasilitas bagi pengembangan potensi generasi muda.


Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat Mamasa secara langsung kepada pemerintah pusat. Sejumlah aspirasi yang mengemuka di antaranya adalah pembangunan perguruan tinggi negeri, perbaikan pendataan penerima bantuan sosial, pembangunan rumah aspirasi pemuda, fasilitas kebudayaan dan kesenian, serta Balai Latihan Kerja (BLK).


Wapres Gibran menyambut berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa juga menjadi gambaran mengenai sejumlah tantangan yang masih dihadapi generasi muda di Kabupaten Mamasa.


Mahasiswa Mamasa Berharap Ada Perguruan Tinggi Negeri


Salah satu aspirasi utama yang disampaikan mahasiswa adalah harapan agar Kabupaten Mamasa memiliki perguruan tinggi negeri. Keberadaan kampus negeri dinilai dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM daerah.


Menurut mahasiswa, keterbatasan akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi generasi muda Mamasa. Dengan adanya perguruan tinggi negeri, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke daerah lain.


“Kabupaten Mamasa ini masih tertinggal terkait SDM. Kami berharap bahwa ke depannya Kabupaten Mamasa ada kampus negeri di sini,” ujar salah seorang mahasiswa.


Harapan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan daerah. Peningkatan akses pendidikan tinggi diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan berkontribusi terhadap kemajuan daerahnya.


Mahasiswa Soroti Pendataan Desil Penerima Bansos


Selain pendidikan, mahasiswa Mamasa turut menyoroti persoalan pendataan desil yang menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima bantuan sosial (bansos).


Mereka berharap pemerintah memberikan ruang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam proses pendataan dan pemutakhiran data masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi sosial ekonomi warga dapat terakomodasi secara lebih akurat.


Mahasiswa menilai pemerintah daerah memiliki pemahaman yang lebih dekat terhadap kondisi masyarakat di wilayahnya. Karena itu, keterlibatan daerah dalam proses pendataan diharapkan dapat membantu mengurangi kesalahan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan.


“Terkait desil, kami harap data pengelompokkan desil ini kembalikan ke daerah. Jangan dari pusat menurunkan desil,” ucapnya.


Merespons aspirasi tersebut, Wapres Gibran mengakui masih terdapat persoalan ketidaktepatan data desil yang berdampak pada perubahan status penerima bantuan sosial.


Ia mencontohkan adanya masyarakat yang sebelumnya mendapatkan bantuan, tetapi kemudian tidak lagi menerima bantuan akibat kesalahan dalam pengelompokan desil.


“Kemarin ada kasus, desilnya salah. Yang sebelumnya menerima bantuan, sekarang tidak menerima bantuan. Itu ada masa sanggah,” ungkap Gibran.


Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya ketepatan data dalam penyaluran bantuan sosial. Proses pemutakhiran data dan mekanisme masa sanggah menjadi bagian penting agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan haknya.


Generasi Muda Mamasa Butuh Rumah Aspirasi dan Fasilitas Budaya


Aspirasi berikutnya berkaitan dengan kebutuhan ruang aktualisasi bagi generasi muda Mamasa. Mahasiswa mengusulkan pembangunan rumah aspirasi pemuda serta fasilitas kebudayaan dan kesenian yang dapat digunakan untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas.


Kabupaten Mamasa dikenal memiliki kekayaan budaya yang menjadi salah satu identitas daerah. Namun, mahasiswa menilai fasilitas untuk mengekspresikan dan mengembangkan potensi budaya tersebut masih terbatas.


“Kami juga berharap banyak bisa dibangun rumah aspirasi bagi pemuda di sini, untuk mengekspresikan soal minat dan bakat, kami kekurangan bangunan di sini, gedung budaya kesenian dan sebagainya, karena Kabupaten Mamasa ini daerah budaya, tapi tidak ada ruang untuk menyampaikan itu bagi generasi muda,” urainya.


Keberadaan rumah aspirasi pemuda dan gedung kesenian diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi, berorganisasi, serta mengembangkan berbagai kegiatan positif.


Fasilitas tersebut juga dinilai dapat mendukung pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.


Pembangunan BLK Diharapkan Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja


Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menyampaikan pentingnya pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Mamasa.


Fasilitas BLK diharapkan dapat memberikan akses pelatihan keterampilan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.


Dengan adanya fasilitas pelatihan yang memadai, tenaga kerja lokal diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Hal ini sekaligus dapat membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Mamasa.


Berbagai aspirasi lainnya juga disampaikan secara tertulis kepada Wapres Gibran sebagai bahan perhatian pemerintah dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Dialog spontan antara Wapres Gibran dan perwakilan mahasiswa tersebut memperlihatkan pentingnya ruang komunikasi antara pemerintah dan generasi muda. Aspirasi mengenai pendidikan, bantuan sosial, fasilitas kebudayaan, hingga pelatihan kerja menjadi gambaran kebutuhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mempercepat pembangunan Kabupaten Mamasa.


Melalui penyampaian aspirasi secara langsung, mahasiswa berharap berbagai kebutuhan tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih merata dan sesuai dengan kondisi masyarakat di daerah.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas