Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Usai Dilantik Prabowo, Tiga Menteri Kabinet Merah Putih Sampaikan Prioritas Kerja

3 Oktober 2026, 21:26 WIB

 

Usai Dilantik Prabowo, Tiga Menteri Kabinet Merah Putih Sampaikan Prioritas Kerja

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Setelah pengucapan sumpah jabatan, sejumlah menteri menyampaikan pandangan mengenai amanah baru sekaligus prioritas kerja yang akan segera dijalankan.


Pelantikan tersebut menjadi awal bagi para pejabat yang mendapat kepercayaan baru untuk melanjutkan berbagai agenda pemerintahan. Sejumlah sektor menjadi perhatian, mulai dari pembangunan manusia dan kebudayaan, politik luar negeri, hingga penguatan industri nasional.


Salah satu pejabat yang menyampaikan langkah awalnya adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. Ia mengaku bersyukur sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.


Sugiono mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan koordinasi internal untuk memahami lebih dalam berbagai persoalan dan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan di lingkungan Kemenko PMK.


Menurutnya, koordinasi diperlukan agar berbagai agenda yang sudah berjalan dapat dipahami secara menyeluruh sebelum menentukan langkah berikutnya.


“Tentu saja setelah ini saya berkoordinasi dengan Pak Pratik untuk mendalami kemudian membahas hal-hal yang menjadi pekerjaan rumah di Kementerian Koordinator PMK,” ujar Sugiono.


Arrmanatha Nasir Soroti Tantangan Diplomasi Indonesia


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyoroti kondisi dunia yang semakin dinamis dan kompleks. Menurutnya, perkembangan global saat ini membawa tantangan yang tidak ringan bagi Indonesia, terutama dalam menjalankan diplomasi dan menjaga kepentingan nasional.


Meski menghadapi situasi yang berubah cepat, Arrmanatha menilai Indonesia memiliki landasan politik luar negeri yang jelas dan konsisten. Prinsip tersebut menjadi salah satu modal penting bagi pemerintah dalam merespons berbagai perkembangan internasional.


“Tentunya situasi global saat ini dinamikanya tidak sederhana. Jadi tantangan yang kita hadapi sangat besar. Tentu suatu hal yang kita juga syukuri bahwa Polugri Indonesia itu selalu konsisten,” kata Arrmanatha.


Ia menegaskan, politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi pijakan utama Indonesia dalam hubungan internasional. Prinsip tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan yang telah disampaikan Presiden Prabowo.


Arrmanatha juga menyampaikan bahwa dirinya akan melanjutkan berbagai kebijakan dan langkah diplomasi yang sebelumnya telah dijalankan Sugiono ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.


Menurutnya, pelaksanaan tugas Menteri Luar Negeri tidak terlepas dari konstitusi, peraturan perundang-undangan, serta prinsip politik luar negeri Indonesia yang telah menjadi pedoman.


“Jadi siapapun yang menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri, rujukan yang jelas yaitu adalah undang-undang kita. Polugri kita juga jelas, bebas aktif yang telah sering disampaikan oleh Bapak Presiden. Jadi tugas saya di sini adalah melanjutkan apa yang telah dijalankan oleh Bapak Sugiono yang sekarang menjadi Pak Menko,” ungkapnya.


Muhammad Sarmuji Fokus Perkuat Industri dan Lapangan Kerja


Dari sektor industri, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyadari bahwa amanah baru yang diterimanya merupakan tugas yang cukup berat. Ia menilai sektor industri memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


Menurut Sarmuji, pemerintah perlu melihat berbagai persoalan yang masih menghambat perkembangan industri dan kemudian menyelesaikannya secara bertahap.


Perhatian khusus akan diberikan kepada sektor industri yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenaga kerja sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.


“Karena itu, itu mesti kita cari problem-problemnya, lalu kita benahi satu-satu. Terutama industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian, tentu harus kita utamakan,” ujar Sarmuji.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penguatan industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana sektor tersebut mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.


Awal Tugas Baru Menteri Kabinet Merah Putih


Beragam pernyataan yang disampaikan para menteri setelah dilantik Presiden Prabowo menunjukkan adanya sejumlah fokus awal dalam menjalankan tugas pemerintahan.


Sugiono akan memulai tugasnya sebagai Menko PMK dengan memperkuat koordinasi dan mendalami berbagai pekerjaan rumah di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Sementara Arrmanatha Nasir akan menghadapi dinamika hubungan internasional dengan tetap menjadikan politik luar negeri bebas aktif sebagai pijakan.


Di sisi lain, Muhammad Sarmuji akan menghadapi tantangan penguatan sektor industri dengan perhatian terhadap industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja.


Dengan dimulainya masa tugas baru tersebut, para menteri Kabinet Merah Putih diharapkan dapat segera beradaptasi dengan tanggung jawab masing-masing dan menerjemahkan arahan Presiden Prabowo ke dalam program kerja yang konkret.


Bagi pemerintah, koordinasi antarkementerian menjadi bagian penting agar berbagai agenda nasional dapat berjalan secara terarah. Sementara bagi masyarakat, pelaksanaan kebijakan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab berbagai tantangan pembangunan, ekonomi, ketenagakerjaan, serta posisi Indonesia di tengah perubahan situasi global.


(Tim Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas