INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi mengapresiasi hubungan istimewa antara Indonesia dan Mesir yang terus berkembang, terutama setelah kedua negara meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis pada 2025. Penguatan hubungan ini dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, bisnis, dan hilirisasi industri untuk mendorong kemakmuran kedua negara.
Hal tersebut disampaikan Presiden El-Sisi dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.
Presiden El-Sisi menilai peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi kerja sama Indonesia dan Mesir. Melalui kemitraan tersebut, kedua negara diharapkan dapat mengembangkan berbagai peluang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setelah kunjungan Presiden Indonesia pada April 2025 yang dengan diumumkannya meningkatnya hubungan kedua negara sampai ke level kemitraan strategis yang akan membuka wacana yang lebih luas untuk mendatangkan manfaat untuk kedua negara dan dua bangsa,” ucap Presiden El-Sisi.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Mesir memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui kerja sama yang lebih konkret dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Indonesia-Mesir Targetkan Perdagangan US$5 Miliar pada 2030
Salah satu agenda penting yang dibahas Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Abdel Fattah El-Sisi dalam pertemuan bilateral tersebut adalah penguatan kerja sama ekonomi dan bisnis.
Presiden El-Sisi menyampaikan bahwa kedua negara memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan hubungan ekonomi dengan mempertimbangkan kapasitas dan potensi yang dimiliki masing-masing negara.
Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Mesir hingga US$5 miliar pada 2030.
“Dan untuk mengangkat neraca perdagangan untuk bisa sampai lima miliar dolar pada 2030 dengan melanjutkan semua upaya untuk menghilangkan semua yang menjadi rintangan,” katanya.
Target tersebut menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperluas hubungan perdagangan sekaligus mengatasi berbagai hambatan yang selama ini dapat membatasi aktivitas ekonomi bilateral.
Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan upaya berkelanjutan dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas akses pasar, serta mengidentifikasi peluang perdagangan yang dapat dikembangkan oleh Indonesia dan Mesir.
Peningkatan kerja sama ekonomi juga diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi perusahaan kedua negara untuk menjalin kemitraan dan memperluas jangkauan bisnis di pasar internasional.
Mesir Berpotensi Menjadi Pintu Masuk Pasar Arab, Afrika, dan Eropa
Selain membahas target perdagangan, Presiden El-Sisi dan Presiden Prabowo turut menyoroti peluang kerja sama dalam proyek-proyek hilirisasi yang melibatkan perusahaan dari Indonesia dan Mesir.
Hilirisasi menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi kedua negara. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bisnis, tetapi juga mendorong pengembangan industri dan meningkatkan nilai tambah produk.
Presiden El-Sisi menilai posisi Mesir dapat memberikan keuntungan strategis bagi perusahaan Indonesia yang ingin memperluas jangkauan pasar internasional.
“Mesir bisa menjadi pintu untuk pasar Arab, Afrika, dan Eropa,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan potensi Mesir sebagai mitra strategis bagi Indonesia dalam memperluas akses perdagangan ke berbagai kawasan.
Dengan memanfaatkan peluang tersebut, kerja sama kedua negara dapat diarahkan pada pengembangan proyek industri, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan aktivitas perdagangan lintas kawasan.
Bagi Indonesia, penguatan kemitraan dengan Mesir juga berpotensi membuka peluang baru bagi dunia usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara itu, kerja sama dengan Indonesia dapat menjadi bagian dari upaya Mesir memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia dan Mesir Sepakat Dorong Penyelesaian Konflik Melalui Diplomasi
Tidak hanya membahas kerja sama ekonomi, Presiden El-Sisi dan Presiden Prabowo juga bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik dunia dan berbagai konflik yang terjadi di sejumlah wilayah.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pemimpin menekankan pentingnya dialog dan jalur diplomasi sebagai pendekatan untuk menyelesaikan konflik internasional.
Presiden El-Sisi menyampaikan bahwa Indonesia dan Mesir memiliki kesepahaman mengenai pentingnya menghormati kedaulatan setiap negara serta menghindari campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.
“Dari sini kita juga telah sepakat untuk memastikan bahwa semua diselesaikan dengan dialog dan jalur diplomasi dengan menghormati semua kedaulatan negara dan tidak intervensi di dalam urusan negara lain,” tutur Presiden El-Sisi.
Kesepahaman tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan Mesir tidak hanya berfokus pada kepentingan ekonomi, tetapi juga mencakup kerja sama dalam menyikapi persoalan internasional.
Melalui komunikasi dan koordinasi antarpemimpin, kedua negara diharapkan dapat terus mendorong penyelesaian konflik secara damai dengan mengedepankan dialog, diplomasi, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Presiden El-Sisi Sampaikan Terima Kasih atas Sambutan Indonesia
Menutup pernyataan pers bersama, Presiden El-Sisi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas sambutan hangat selama kunjungannya ke Jakarta.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap sambutan para pelajar yang menurutnya menjadi bentuk penghormatan bagi dirinya dan Mesir.
Presiden El-Sisi mengaku senang dapat bertemu dengan Presiden Prabowo serta berharap hubungan bilateral kedua negara semakin kuat melalui berbagai program kerja sama yang dapat direalisasikan ke depan.
“Saya sangat senang sekali bisa berjumpa pada hari ini dan saya ingin memperbarui ucapan terima kasih atas undangan yang begitu istimewa. Kami melihat ke depan untuk melakukan kerja sama dan meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Mesir,” tandasnya.
Kunjungan Presiden El-Sisi ke Indonesia menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kemitraan strategis yang telah dibangun kedua negara sejak 2025.
Dengan fokus pada peningkatan perdagangan hingga US$5 miliar pada 2030, pengembangan proyek hilirisasi, perluasan akses pasar, serta penguatan koordinasi dalam isu internasional, Indonesia dan Mesir memiliki sejumlah peluang untuk memperdalam hubungan bilateral.
Ke depan, keberhasilan kemitraan tersebut akan bergantung pada kemampuan kedua negara menerjemahkan kesepakatan dan komitmen politik menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi dunia usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia maupun Mesir.
(Team Indotorial)


