Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Tegaskan TNI Harus Siap Hadapi Ancaman Modern, dari Siber hingga Penyelundupan

6 Oktober 2026, 21:17 WIB

 

Prabowo Tegaskan TNI Harus Siap Hadapi Ancaman Modern, dari Siber hingga Penyelundupan

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus memperkuat kesiapan dalam menghadapi perkembangan ancaman terhadap keamanan nasional yang semakin kompleks. Ancaman yang dihadapi Indonesia saat ini, menurut Presiden, tidak lagi hanya berbentuk serangan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui dunia siber, disinformasi, gangguan ekonomi hingga penyelundupan.


Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.


Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengatakan situasi global saat ini berada dalam kondisi penuh gejolak dan ketidakpastian. Karena itu, Indonesia tidak boleh menganggap ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan negara hanya datang dalam bentuk perang konvensional.


“Sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian. Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik,” kata Presiden Prabowo.


Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat bentuk ancaman terhadap sebuah negara semakin beragam. Indonesia bahkan disebut sudah menghadapi ancaman melalui ruang siber serta penyebaran informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.


“Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang. Melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” ujarnya.


Prabowo Soroti Ancaman Ekonomi dan Penyelundupan


Selain ancaman siber dan disinformasi, Presiden Prabowo juga menyoroti gangguan terhadap sektor ekonomi serta aktivitas penyelundupan yang dapat merugikan negara.


Ia menilai pencurian kekayaan nasional dan penyelundupan merupakan bagian dari ancaman yang tidak boleh dianggap sepele. Kekayaan Indonesia harus dijaga karena berkaitan langsung dengan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.


“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia,” tegas Prabowo.


Presiden menjelaskan, ancaman penyelundupan dapat terjadi dalam dua arah. Penyelundupan kekayaan Indonesia ke luar negeri dapat mengurangi sumber daya yang seharusnya dinikmati masyarakat, sementara penyelundupan barang berbahaya ke dalam negeri juga dapat mengancam masa depan bangsa.


“Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” lanjutnya.


TNI Diminta Terus Belajar dan Berlatih


Menghadapi perubahan karakter ancaman tersebut, Presiden Prabowo meminta TNI terus melakukan penyesuaian. Menurutnya, masa damai justru harus digunakan untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan menghadapi kemungkinan terburuk.


Presiden menekankan bahwa perang di masa depan belum tentu hadir dalam bentuk pertempuran fisik. Karena itu, kemampuan prajurit harus terus dikembangkan melalui pendidikan, latihan dan penguasaan teknologi.


“Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri. Belajar, belajar, belajar dan berlatih, berlatih, berlatih,” tegasnya.


Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa TNI harus dibangun sebagai institusi yang profesional, responsif, modern, inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.


Penguasaan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Menurut Presiden, TNI harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman baru.


“TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi,” ujar Prabowo.


Ia juga menegaskan bahwa sistem pembinaan di lingkungan TNI harus memberikan ruang besar bagi prajurit yang memiliki kemampuan dan prestasi.


“Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekadar senioritas,” tegasnya.


TNI Harus Mampu Bersinergi


Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kemampuan TNI untuk bekerja sama dan bersinergi dengan berbagai unsur pemerintahan. Sinergi tersebut dibutuhkan karena tantangan yang dihadapi Indonesia semakin luas dan tidak seluruhnya dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan pertahanan.


Indonesia memiliki wilayah geografis yang sangat luas, ribuan pulau, wilayah laut yang besar serta perbatasan yang panjang. Selain itu, terdapat berbagai objek strategis yang harus mendapatkan perlindungan.


“Wilayah kita luas, kita memiliki ribuan pulau, wilayah laut yang sangat luas, perbatasan yang panjang. Berbagai objek strategis yang harus kita jaga. Kita juga akan terus membangun kekuatan kita,” kata Presiden.


Karena itu, penguatan kesiapan TNI tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ancaman dan perkembangan teknologi.


Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Prajurit


Di tengah penekanan terhadap peningkatan profesionalisme dan kesiapan TNI, Presiden Prabowo memastikan pemerintah juga akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.


Menurutnya, penguatan institusi pertahanan harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kehidupan para prajurit yang berada di garis depan dalam menjaga kedaulatan negara.


“Pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit. Pendidikan anak-anak prajurit, pelayanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit,” tutur Presiden Prabowo.


Menutup amanatnya dalam HUT ke-81 TNI, Presiden mengingatkan bahwa para prajurit memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia.


Menurut Prabowo, kehormatan bangsa, kemerdekaan, kedaulatan serta kesejahteraan rakyat menjadi amanah yang berada di pundak setiap prajurit TNI.


“Di pundak saudara ada beban yang tidak ringan. Kehormatan bangsa Indonesia, kedaulatan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia, kesejahteraan rakyat kita berada di pundak saudara-saudara,” tandas Presiden.


Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa TNI harus terus bertransformasi menghadapi ancaman modern, sekaligus tetap menjaga jati dirinya sebagai kekuatan pertahanan negara yang profesional dan berpihak pada kepentingan bangsa Indonesia.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas