INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kegiatan sosial dan kemanusiaan, sekaligus upaya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi WALUBI dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan. Organisasi tersebut dinilai memiliki peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang terdampak bencana alam melalui kegiatan bakti sosial.
Selain membahas keberlanjutan program sosial, pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama. Di antaranya adalah ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.
Wapres menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian berbagai pihak agar penanganannya dapat dilakukan melalui kerja sama yang baik.
“Ada El Nino, jadi ada kekeringan di mana-mana dan juga ada karhutla. Ini memang harus kita berikan atensi khusus,” imbuh Wapres.
Wapres Gibran Dorong Penguatan Kegiatan Kemanusiaan
Dukungan terhadap kegiatan sosial menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan Wapres Gibran dengan pengurus WALUBI. Pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang membutuhkan.
Menurut Wapres, kegiatan kemanusiaan seperti bakti sosial perlu terus dilanjutkan. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan warga, terutama mereka yang menghadapi kesulitan akibat bencana maupun persoalan sosial lainnya.
Wapres juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung kegiatan serupa yang akan dilaksanakan WALUBI pada masa mendatang.
“Jika nanti ke depan ada kegiatan-kegiatan seperti bakti sosial lagi, kami siap untuk mendukung, Bu,” ungkap Wapres.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung. Melalui kerja sama lintas organisasi, bantuan sosial diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima dan dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di tengah tantangan seperti kekeringan dan karhutla, peran organisasi kemanusiaan juga dapat membantu memperkuat kepedulian masyarakat. Kegiatan sosial tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas dan semangat gotong royong.
WALUBI Siap Lanjutkan Misi Sosial dan Kemanusiaan
Ketua Umum WALUBI, Hartati Murdaya, menyambut positif dukungan yang disampaikan Wapres Gibran. Ia mengatakan, dorongan tersebut menjadi motivasi bagi WALUBI untuk melanjutkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang selama ini dijalankan.
Hartati juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, semangat persaudaraan harus terus dipelihara agar perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi perpecahan.
“Bapak Wakil [Presiden] setuju supaya WALUBI lanjutkan apa yang dikerjakan, beliau juga terpanggil dan akan berupaya keras agar Indonesia tetap bersatu. Tidak ada perpecahan. Kita kan bersaudara,” tutur Hartati.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan dan upaya menjaga persatuan dapat berjalan beriringan. Melalui aksi sosial, masyarakat dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan untuk saling membantu dan memperkuat hubungan antarkelompok.
Bagi WALUBI, keberlanjutan kegiatan kemanusiaan juga menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, dukungan pemerintah diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pelaksanaan program sosial.
Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Keagamaan untuk Persatuan
Pertemuan Wapres Gibran dengan pengurus WALUBI memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menjawab berbagai tantangan sosial. Kerja sama tersebut mencakup kegiatan bakti sosial, bantuan bagi masyarakat terdampak bencana, hingga penguatan nilai persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
Persoalan seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan perhatian banyak pihak. Selain penanganan dari pemerintah dan instansi terkait, keterlibatan masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan dapat menjadi bagian dari upaya membantu warga yang terdampak.
Di sisi lain, menjaga persatuan bangsa membutuhkan komitmen bersama yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi nilai penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dengan dukungan pemerintah terhadap program sosial WALUBI, kegiatan kemanusiaan diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Pesan mengenai persaudaraan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut juga menjadi pengingat bahwa seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan dan mencegah perpecahan.
Pertemuan di Istana Wakil Presiden itu pun menempatkan dua agenda penting dalam satu pembahasan, yakni memperkuat aksi kemanusiaan dan merawat persatuan bangsa. Keduanya menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar terus saling membantu, terutama ketika menghadapi tantangan sosial maupun bencana alam.
(Team Indotorial)


