Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Tegaskan BRICS Harus Perkuat Suara Global South dalam Menentukan Masa Depan Dunia

15 September 2026, 20:53 WIB

 

Prabowo Tegaskan BRICS Harus Perkuat Suara Global South dalam Menentukan Masa Depan Dunia

INDOTORIAL.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat suara negara-negara Global South atau negara-negara berkembang dalam menentukan arah pembangunan dan tatanan dunia. Menurut Presiden Prabowo, BRICS memiliki posisi strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat aspirasi negara-negara selatan global dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.


Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat mengikuti sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu, 13 September 2026.


Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa BRICS tidak sekadar menjadi wadah kerja sama antarnegara, tetapi juga dapat memainkan peran penting dalam membangun masa depan global yang lebih tangguh, inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.


Presiden menggambarkan masa depan yang ingin dibangun bersama sebagai sebuah tatanan yang mampu menjadikan ketangguhan sebagai pelindung pembangunan, inovasi sebagai pembuka peluang, kerja sama sebagai jalan untuk menghasilkan dampak nyata, serta keberlanjutan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang.


“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ucap Presiden Prabowo.


Prabowo Soroti Target Agenda 2030


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti perjalanan masyarakat internasional menuju tahun 2030. Dalam empat tahun mendatang, dunia akan memasuki tahun yang menjadi batas penting bagi pencapaian Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).


Menurut Presiden, negara-negara dunia sebelumnya telah menyepakati berbagai komitmen untuk mencapai pembangunan yang lebih inklusif. Agenda tersebut mencakup upaya mengentaskan kemiskinan, melindungi lingkungan dan planet, hingga membangun institusi yang lebih kuat.


Meski target 2030 menjadi salah satu tonggak penting, Presiden Prabowo menilai perjuangan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan tidak boleh berhenti ketika batas waktu tersebut tercapai.


“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” ujar Presiden.


Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan agenda pembangunan global. Bagi Indonesia, pencapaian target pembangunan bukan sekadar persoalan memenuhi indikator yang telah ditetapkan, tetapi juga bagaimana hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat menjadi fondasi bagi generasi berikutnya.


Global South Harus Punya Peran Lebih Besar


Presiden Prabowo menilai Agenda 2030 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pencapaian target pembangunan dalam kurun waktu tertentu. Agenda tersebut harus menjadi bagian dari upaya menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang lebih semestinya dalam tatanan global.


Negara-negara berkembang, kata Presiden, memiliki kepentingan besar terhadap terciptanya perdamaian, kesejahteraan, stabilitas, serta sistem global yang mampu memberikan ruang lebih besar bagi kepentingan masyarakat di berbagai belahan dunia.


“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” kata Presiden.


Karena itu, Presiden Prabowo menilai sudah saatnya suara negara-negara Global South mendapatkan perhatian yang lebih besar. Suara tersebut bukan hanya diperlukan untuk mempercepat implementasi Agenda 2030, tetapi juga penting dalam menentukan arah pembangunan dan tata kelola dunia setelah 2030.


“Oleh karena itu, sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” tandasnya.


BRICS dan Masa Depan Tatanan Global


Pernyataan Presiden Prabowo di KTT BRICS 2026 memperlihatkan posisi Indonesia yang mendorong penguatan kerja sama negara-negara berkembang dalam menghadapi perubahan global.


BRICS dinilai memiliki ruang strategis untuk mempertemukan kepentingan negara-negara Global South dalam berbagai sektor, mulai dari pembangunan ekonomi, perdagangan, investasi, teknologi, energi, ketahanan pangan, hingga pembangunan berkelanjutan.


Bagi Indonesia, keterlibatan aktif dalam BRICS juga menjadi kesempatan untuk memperluas kerja sama internasional sekaligus menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang. Dengan semakin kuatnya kerja sama tersebut, negara-negara Global South diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang mengikuti arah perubahan dunia, tetapi ikut menentukan arah perubahan tersebut.


Pesan Presiden Prabowo di New Delhi pun menegaskan satu hal penting: pembangunan global ke depan tidak bisa hanya ditentukan oleh sebagian negara. Negara-negara berkembang perlu memiliki ruang yang lebih besar untuk menyampaikan kepentingan, menentukan prioritas, dan ikut membentuk tatanan dunia yang lebih adil.


Dengan semangat tersebut, BRICS 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi Indonesia untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret sekaligus memperkuat suara Global South dalam menghadapi tantangan dunia setelah 2030.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas