Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia

5 September 2026, 21:08 WIB

 

Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia

INDOTORIAL.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan konektivitas antara Indonesia dan Rusia melalui pembukaan jalur pelayaran serta penerbangan langsung kedua negara. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, sekaligus hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Rusia.


Dorongan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis, 3 September 2026.


Dalam pidatonya, Prabowo menilai hubungan bisnis Indonesia dan Rusia yang semakin berkembang perlu ditingkatkan dari sekadar hubungan personal menjadi kerja sama kelembagaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.


Menurut Presiden, hubungan ekonomi yang kokoh membutuhkan sejumlah fondasi penting. Di antaranya aturan yang jelas, sistem pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang memiliki kepastian, serta kesepakatan yang tetap berjalan meskipun terjadi pergantian pejabat pemerintahan.


“Tugas yang ada di hadapan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan kelembagaan – aturan yang jelas, pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang dapat diprediksi, dan perjanjian yang tetap berlaku meskipun terjadi pergantian pejabat,” ujar Prabowo.


Prabowo Usulkan Jalur Pelayaran Langsung Vladivostok-Indonesia


Salah satu langkah konkret yang ditawarkan Presiden Prabowo adalah pembentukan jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia. Jalur tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perdagangan sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dari kedua negara.


Prabowo menekankan bahwa konektivitas laut tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus kompetitif dan memiliki kepastian dalam pelaksanaannya.


Hal tersebut mencakup kepastian jadwal keberangkatan, biaya pengiriman, asuransi, hingga ketersediaan kargo untuk perjalanan dari Indonesia menuju Rusia maupun sebaliknya.


“Saya percaya, dalam Forum ini, kita dapat membangun pengiriman langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia – dengan jadwal, biaya, asuransi, dan kargo yang dapat diprediksi di kedua arah,” ungkapnya.


Kepastian logistik menjadi faktor penting karena biaya dan waktu pengiriman sangat berpengaruh terhadap daya saing produk di pasar internasional. Dengan jalur langsung, hubungan perdagangan Indonesia-Rusia diharapkan dapat berkembang lebih efisien.


Dorong Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia


Selain konektivitas laut, Presiden Prabowo juga mendorong pembukaan penerbangan langsung Indonesia-Rusia.


Menurutnya, konektivitas udara bukan hanya akan memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.


Prabowo melihat peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan masyarakat dari Rusia ke Indonesia. Pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenal kawasan Timur Jauh Rusia, termasuk Vladivostok.


“Jalur penerbangan langsung akan membawa pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia. Kapal mengangkut barang, pesawat mengangkut persahabatan,” kata Prabowo.


Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana pemerintah ingin melihat hubungan Indonesia-Rusia berkembang tidak hanya melalui transaksi perdagangan, tetapi juga melalui interaksi masyarakat secara langsung.


Kerja Sama Indonesia-Rusia Tak Hanya Perdagangan


Presiden Prabowo menegaskan bahwa ruang kerja sama Indonesia dan Rusia masih sangat luas. Hubungan kedua negara, menurutnya, tidak seharusnya berhenti pada perdagangan barang.


Sejumlah sektor strategis dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan bersama, mulai dari energi, ketahanan pangan, industrialisasi, antariksa, pendidikan tinggi, hingga transportasi.


Di sektor pangan dan industri, Indonesia membuka peluang kerja sama dalam teknologi pertanian, pengembangan benih unggul, peternakan, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, produksi pupuk, hingga hilirisasi.


Peluang tersebut juga mencakup pengembangan industri pangan, farmasi, furnitur, dan elektronik.


Prabowo secara langsung mengajak perusahaan-perusahaan Rusia untuk meningkatkan keterlibatan mereka di Indonesia, bukan sekadar sebagai eksportir, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun industri.


“Jadi saya katakan langsung kepada perusahaan-perusahaan Rusia: datanglah ke Indonesia, bekerja sama dengan kami, berproduksi bersama kami, mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama,” ucapnya.


Indonesia Ditawarkan Jadi Pintu Masuk Pasar ASEAN dan Indo-Pasifik


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengajak perusahaan Rusia melihat Indonesia sebagai salah satu pintu masuk strategis menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.


Posisi Indonesia yang berada di kawasan Asia Tenggara dinilai memberikan peluang besar bagi perusahaan Rusia untuk memperluas jaringan bisnis dan investasinya ke pasar regional.


Untuk mendukung peningkatan investasi, Prabowo menawarkan peran Danantara sebagai jembatan antara modal Indonesia dan Rusia.


Presiden juga mendorong Danantara bersama Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk tidak berhenti pada tahap penjajakan peluang investasi. Kedua lembaga tersebut diharapkan dapat bergerak lebih jauh menuju pembiayaan proyek-proyek yang memiliki kelayakan bisnis.


“Danantara dan dana kekayaan negara Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF), dapat beralih dari mengidentifikasi peluang ke membiayai proyek-proyek yang layak investasi,” ujarnya.


Prabowo Minta Kesepakatan Punya Target yang Jelas


Prabowo juga menekankan pentingnya memastikan setiap kesepakatan yang lahir dari forum ekonomi tersebut tidak berhenti sebagai dokumen atau pernyataan kerja sama.


Menurutnya, setiap kesepakatan harus memiliki target konkret yang dapat diukur, termasuk nilai proyek, skema pembiayaan, serta tahapan pelaksanaan.


“Setiap perjanjian yang diumumkan harus mencantumkan nilai, pembiayaan, dan tahapan penyelesaiannya,” tegas Prabowo.


Dorongan pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung Indonesia-Rusia menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral secara lebih praktis. Dengan konektivitas yang semakin baik, kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, hingga hubungan antarmasyarakat diharapkan tidak hanya semakin erat, tetapi juga memiliki fondasi kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas