Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

2 Agustus 2026, 20:52 WIB

 

Presiden Prabowo Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah, serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).


Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan dunia usaha untuk membahas kondisi perekonomian nasional, pelaksanaan program prioritas pemerintah, hingga peluang memperkuat kerja sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah. Kepala Negara menilai pertemuan bersama Kadin Indonesia memiliki arti penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan nasional.


“Saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Waktu saya dilaporkan bahwa Kadin ingin datang, saya bilang ini sangat penting, dan saya prioritaskan untuk menerima saudara-saudara,” ujar Presiden Prabowo.


Kehadiran jajaran Kadin pusat, Kadin daerah, dan berbagai asosiasi dunia usaha menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang. Pemerintah memandang dunia usaha sebagai mitra strategis yang memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, memperkuat industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.


Kadin Siap Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen


Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dalam laporannya menegaskan komitmen dunia usaha untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah. Kadin siap mendukung penguatan ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap menuju target 8 persen.


Anindya, yang akrab disapa Anin, mengatakan dunia usaha terus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global. Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga menjadi persoalan yang dihadapi banyak negara.


Karena itu, Kadin memilih untuk tetap menjaga optimisme dan mencari solusi bersama pemerintah. Salah satu fokus utama yang terus diperkuat adalah ketahanan pangan, energi, dan ekonomi sebagai bagian penting dari ketahanan nasional.


“Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri. Kami memilih untuk berpikir optimis dan mencari solusi, karena ke mana pun kami pergi, setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ungkap Anin.


Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah. Pertumbuhan tersebut tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah melalui APBN dan APBD, tetapi juga didorong oleh investasi, kreativitas, inovasi, serta berbagai inisiatif pelaku usaha di daerah.


Kadin Jalankan Empat Program Prioritas


Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, Kadin Indonesia juga melaporkan pelaksanaan empat program prioritas yang diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan pemerintah.


Keempat program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis Gotong Royong, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.


Pada program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi melalui 866 dapur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 128 dapur berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau kawasan 3T.


Kontribusi tersebut menjadi bagian dari dukungan dunia usaha terhadap program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pemenuhan kebutuhan gizi, program ini diharapkan dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.


Kadin juga menyiapkan program sertifikasi dan pelatihan bagi sekitar 208 ribu pekerja migran Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat perlindungan, serta membuka peluang kerja yang lebih baik bagi pekerja Indonesia di luar negeri.


Selain itu, Kadin mendukung program pembangunan tiga juta rumah. Program perumahan dinilai memiliki efek berganda yang besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari konstruksi, industri bahan bangunan, jasa, hingga usaha kecil dan menengah.


Kadin Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Produk Indonesia


Di bidang diplomasi ekonomi, Kadin Indonesia membentuk Kadin Global Engagement Office. Lembaga tersebut diharapkan dapat membantu mengoptimalkan berbagai kesepakatan perdagangan dan kemitraan ekonomi yang telah dibangun Indonesia dengan negara lain.


Kadin Global Engagement Office juga akan berperan sebagai penghubung peluang investasi, perdagangan, dan industrialisasi dengan para pelaku usaha. Peran tersebut mencakup Kadin daerah, asosiasi dunia usaha, hingga sektor industri yang memiliki potensi untuk memperluas pasar.


Selain itu, Kadin memperkenalkan inisiatif “We Buy From Indonesia”, yaitu platform teknologi dan perdagangan yang menampilkan berbagai produk Indonesia yang telah masuk dalam rantai pasok global.


Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan penggunaan dan pembelian produk nasional, serta memperkuat kapasitas produsen dalam negeri agar mampu bersaing di pasar internasional.


Menutup laporannya, Anindya menegaskan kesiapan dunia usaha untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia.


Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama dua dekade berada di kisaran 5 persen perlu terus ditingkatkan agar Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap.


“Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun 5 persen. Tapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8 persen. Dan kami melihat apabila kita bekerja sama, ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan,” tuturnya.


Pertemuan Presiden Prabowo dengan Kadin Indonesia mencerminkan semakin kuatnya kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, pemerintah bersama pelaku usaha optimistis dapat mempercepat transformasi ekonomi nasional.


Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan investasi, memperkuat industri nasional, serta membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas