Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Tegaskan Pamong Praja Muda IPDN Jadi Penentu Keberhasilan Pembangunan Indonesia

30 Juli 2026, 20:25 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Pamong Praja Muda IPDN Jadi Penentu Keberhasilan Pembangunan Indonesia

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pamong Praja Muda (PPM) merupakan generasi penerus bangsa yang akan memegang estafet kepemimpinan pemerintahan sekaligus menjadi salah satu penentu keberhasilan pembangunan Indonesia di masa depan.


Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026.


Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan bahwa generasi muda yang dilantik harus mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan para pemimpin saat ini. Menurutnya, tugas pemerintah dan generasi yang sedang mengemban amanah adalah membuka jalan serta menyiapkan fondasi yang kuat bagi para calon pemimpin masa depan.


“Masa depan milik Saudara-saudara sekalian. Kami di sini bekerja dan mengabdi untuk membuka jalan bagi Saudara-saudara sekalian. Saudara adalah anak-anak kami yang kami siapkan untuk menjaga Republik ini setelah kami sudah tidak ada,” ujar Presiden Prabowo.


Pamong Praja Muda Harus Jadi Penggerak Birokrasi


Presiden Prabowo menekankan bahwa lulusan IPDN memiliki peran penting dalam menggerakkan roda birokrasi pemerintahan. Para Pamong Praja Muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan pemahaman terhadap sistem pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang efektif ketika menjalankan tugas di daerah maupun di tingkat nasional.


Menurut Kepala Negara, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya gagasan atau baiknya kebijakan yang disusun pemerintah. Hal yang paling menentukan adalah bagaimana seluruh rencana tersebut diterapkan secara nyata dan tepat sasaran di lapangan.


“Saudara harus menjadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,” kata Presiden.


Ia menjelaskan bahwa gagasan besar dan kebijakan terbaik tidak akan menghasilkan manfaat apabila pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik. Karena itu, aparatur pemerintahan dituntut mampu memastikan setiap program benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan dampak yang nyata.


“Gagasan yang paling besar, rencana yang paling besar, dan kebijakan-kebijakan yang paling baik, apabila tidak dilaksanakan di lapangan, maka gagasan besar itu akan kandas, rencana terbaik itu tidak akan tercapai,” lanjutnya.


Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan para Pamong Praja Muda mengenai pentingnya menjaga persatuan nasional. Indonesia, menurut Presiden, merupakan negara besar yang memiliki kekayaan alam serta potensi yang sangat besar.


Besarnya potensi tersebut membuat Indonesia sejak lama menjadi sasaran berbagai kepentingan. Oleh sebab itu, upaya memecah belah masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, kelompok etnis, maupun golongan harus diwaspadai.


Presiden menyinggung strategi divide et impera atau politik pecah belah yang pernah digunakan untuk melemahkan sebuah bangsa. Ia menekankan bahwa persatuan menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menjaga kedaulatan sekaligus mewujudkan kemajuan nasional.


“Divide et impera, pecah belah dan berkuasa. Itu adalah hukum mereka, itu adalah ilmu mereka,” tutur Presiden.


Menurut Presiden Prabowo, para lulusan IPDN memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Seorang pamong praja harus mampu menjadi penghubung, pengayom, dan pemersatu masyarakat, bukan justru memperlebar perbedaan.


Birokrasi Harus Profesional dan Bebas Korupsi


Presiden Prabowo turut menegaskan bahwa kemajuan suatu negara sangat bergantung pada kualitas pemerintahan dalam negeri. Karena itu, birokrasi harus dijalankan secara profesional, efisien, disiplin, serta memiliki integritas yang kuat.


Kepala Negara menekankan bahwa pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi merupakan salah satu syarat penting untuk membangun negara yang kuat dan berhasil. Aparatur pemerintah juga harus menempatkan kepentingan rakyat dan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.


“Untuk sebuah negara kuat dan berhasil, negara itu memerlukan suatu pemerintahan dalam negeri yang unggul, yang efisien, yang disiplin, dan yang paling penting, pemerintahan dalam negeri yang tidak korup,” tegas Presiden.


Selain itu, Presiden meminta para Pamong Praja Muda untuk memiliki rasa cinta Tanah Air serta semangat pengabdian yang kuat. Nilai tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan dan pelayanan publik benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Indonesia Diproyeksikan Menjadi Kekuatan Ekonomi Dunia


Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme mengenai masa depan Indonesia. Ia menyebut cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, modern, mandiri, dan sejahtera semakin mendekati kenyataan.


Menurut Presiden, sejumlah proyeksi global memperkirakan Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang.


“Cita-cita besar itu sudah di ambang kenyataan. Semua pakar dunia meramalkan bahwa 25 tahun lagi Indonesia akan menjadi ekonomi keempat di dunia, di atas Prancis, Jerman, dan Inggris,” ujar Presiden.


Namun, Presiden menekankan bahwa peluang besar tersebut harus diimbangi dengan kualitas pemerintahan yang baik. Pembangunan membutuhkan aparatur yang kompeten, berintegritas, dan mampu bekerja secara efektif untuk memastikan potensi Indonesia dapat dikelola sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.


Lulusan IPDN Angkatan XXXIII Diharapkan Menjadi Pemimpin Rendah Hati


Menutup amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dicapai oleh satu lembaga atau satu kelompok saja. Kolaborasi antarlembaga serta kerja sama seluruh elemen bangsa menjadi faktor penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju.


Para Pamong Praja Muda diminta menjadi pemimpin yang rendah hati, terbuka terhadap masukan, serta mampu membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Semangat saling menghormati dan saling menguatkan juga harus menjadi bagian dari kepemimpinan mereka.


Presiden menyampaikan keyakinannya bahwa lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas.


“Saya percaya bahwa lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas,” tutur Presiden.


Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara. Dengan bekal pendidikan, disiplin, serta nilai pengabdian, mereka diharapkan mampu memperkuat birokrasi dan mengambil peran penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas