Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Proyek Strategis Nasional Senilai USD20,9 Miliar Resmi Dimulai

18 Juli 2026, 21:34 WIB

 

Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Proyek Strategis Nasional Senilai USD20,9 Miliar Resmi Dimulai

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis (16/7/2026). Peresmian proyek energi berskala besar tersebut digelar secara hybrid melalui konferensi video yang menghubungkan Istana Merdeka, Jakarta, dengan lokasi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.


Dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat program hilirisasi sumber daya alam. Proyek yang telah dinantikan selama hampir tiga dekade ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sektor energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.


Dalam laporannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut groundbreaking tersebut sebagai momentum bersejarah setelah proyek Abadi Masela melalui perjalanan panjang sejak pertama kali dikembangkan pada 1998.


Menurutnya, keberhasilan mencapai tahap konstruksi tidak terlepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto serta sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan proyek.


"Proyek ini sejak tahun 1998, dan ini sangat berdampak besar terhadap perekonomian kita. Atas arahan dan dukungan Presiden, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan proyek Abadi Masela, berhasil mencapai tonggak penting pada hari ini," ujar Bahlil.


Investasi USD20,9 Miliar Perkuat Ketahanan Energi Nasional


Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu investasi energi terbesar di Indonesia dengan total nilai mencapai sekitar USD20,9 miliar. Pengembangannya mencakup pembangunan fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi untuk mendukung peningkatan produksi gas nasional.


Bahlil menjelaskan, fasilitas tersebut nantinya memiliki kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan menghasilkan sekitar 120 MMscfd gas serta 35 ribu barel kondensat per hari, yang diharapkan mampu meningkatkan lifting migas nasional.


Lebih lanjut, pemerintah juga memastikan pemanfaatan hasil produksi gas dari proyek ini akan lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.


"Gasnya yang sudah kita lakukan, Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor," kata Bahlil.


Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga pasokan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi di masa mendatang.


Presiden Prabowo Minta Pembangunan Tidak Lagi Tertunda


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan sebuah bangsa membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta persatuan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, proyek LNG Abadi Masela yang telah tertunda selama puluhan tahun harus segera diselesaikan tanpa hambatan.


Presiden menilai proyek ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia melalui sektor energi.


"Proyek ini hampir 3 dekade, 3 dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegas Presiden Prabowo.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memastikan proyek-proyek strategis nasional berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dorong Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia


Pemerintah menilai dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela bukan sekadar seremoni dimulainya proyek infrastruktur energi. Lebih dari itu, proyek ini menjadi simbol percepatan hilirisasi industri energi nasional yang selama ini menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo.


Selain memperkuat ketahanan energi, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku dan kawasan timur Indonesia secara lebih luas.


Dengan besarnya nilai investasi serta kapasitas produksi yang dimiliki, LNG Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung pasokan gas nasional dalam beberapa dekade mendatang. Kehadirannya juga diyakini akan memberikan nilai tambah bagi sumber daya alam Indonesia melalui pengolahan di dalam negeri, sekaligus meningkatkan daya saing sektor energi nasional di pasar global.


Groundbreaking yang telah resmi dilakukan menandai dimulainya fase baru pengembangan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela. Pemerintah berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaat ekonomi, peningkatan ketahanan energi, dan pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia dapat segera dirasakan oleh masyarakat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas