Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jaga Sejarah dan Identitas Bangsa

31 Juli 2026, 20:53 WIB

 

Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jaga Sejarah dan Identitas Bangsa

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026. Peresmian tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang modern tanpa mengabaikan pelestarian bangunan bersejarah dan identitas bangsa.


Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang tidak hanya berfokus pada pembaruan fisik bangunan, tetapi juga mengembalikan sejumlah elemen arsitektur bersejarah agar tetap terjaga. Stasiun yang telah berdiri lebih dari satu abad itu kini tampil lebih tertata dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai historisnya.


Setibanya di Stasiun Semarang Tawang, Presiden Prabowo disambut antusias oleh masyarakat dan para pelajar yang telah memadati kawasan sekitar stasiun. Kepala Negara tampak menyapa, menyalami, serta melayani sapaan warga sebelum melanjutkan agenda peresmian.


Presiden kemudian meninjau panel revitalisasi yang menampilkan proses pembaruan Stasiun Semarang Tawang. Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai tahapan pemugaran dan upaya pengembalian tampilan bangunan sesuai bentuk aslinya.


Stasiun Semarang Tawang Berdiri Sejak 1914


Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, dalam laporannya menjelaskan bahwa Stasiun Semarang Tawang mulai dioperasikan pada tahun 1914. Bangunan tersebut sebelumnya dibangun sejak tahun 1911 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.


Menurut Bobby, Stasiun Semarang Tawang memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Selain menjadi bagian penting dari perkembangan transportasi kereta api di Indonesia, stasiun tersebut juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan perjuangan dan masa awal kemerdekaan Republik Indonesia.


Bobby mengatakan, revitalisasi dan beautifikasi Stasiun Semarang Tawang dilakukan atas arahan Presiden Prabowo. Seluruh pekerjaan tahap pertama berhasil diselesaikan dalam waktu 330 hari.


Tahap awal revitalisasi mencakup pembaruan fasad bagian depan dan hall utama. Selain itu, tampilan sisi barat dan timur bangunan dikembalikan mendekati bentuk aslinya dengan mengacu pada sejumlah dokumentasi dan foto-foto lama.


Berbagai elemen pendukung, seperti lampu dan ornamen bersejarah, juga dipulihkan untuk menghadirkan kembali suasana serta karakter awal bangunan.


“Dengan demikian, bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus kita jaga kelestarian serta jejak sejarahnya,” ujar Bobby.


Presiden Prabowo: Melestarikan Stasiun Tawang Berarti Menjaga Memori Bangsa


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Stasiun Semarang Tawang memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.


Kepala Negara menyampaikan bahwa stasiun tersebut pernah digunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia untuk melakukan perjalanan ke berbagai daerah dalam menjalankan tugas negara pada masa awal kemerdekaan.


“Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita,” ujar Presiden.


Presiden Prabowo menilai bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai, memahami, dan memelihara sejarahnya. Menurutnya, pengalaman masa lalu, termasuk masa penjajahan, perlu dijadikan pelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih maju.


Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, lanjut Presiden, menjadi salah satu kunci agar bangsa Indonesia mampu memperkuat kemandirian dan menghadapi tantangan masa depan.


Warisan Budaya Harus Dijaga untuk Generasi Mendatang


Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga seluruh warisan budaya dan bangunan bersejarah. Pelestarian tidak hanya dilakukan terhadap bangunan tertentu, tetapi juga terhadap berbagai peninggalan dari masa lampau yang menjadi bagian dari perjalanan peradaban dan identitas nasional.


“Karena itu penting juga kita untuk melestarikan semua yang kita miliki, walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil, kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita,” ucap Presiden.


Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran PT Kereta Api Indonesia yang dinilai mampu bergerak cepat dan tanggap dalam menyelesaikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang.


“Saya ucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Kereta Api Indonesia yang mengambil langkah-langkah cepat, tanggap,” tutur Presiden.


Turut hadir dalam peresmian tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.


Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan masa depan. Pemerintah juga berupaya memastikan pembangunan tetap berpijak pada penghormatan terhadap sejarah dan warisan bangsa.


Melalui pelestarian bangunan bersejarah, nilai-nilai perjuangan, memori kolektif, serta identitas Indonesia diharapkan tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas