Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Dilantik Presiden Prabowo, Lulusan Terbaik Jadi Inspirasi Pamong Praja Muda IPDN 2026

30 Juli 2026, 20:38 WIB

 

Dilantik Presiden Prabowo, Lulusan Terbaik Jadi Inspirasi Pamong Praja Muda IPDN 2026

INDOTORIAL.COM – Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi 1.204 purna praja yang telah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun.


Upacara pelantikan digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu, 29 Juli 2026. Momen tersebut semakin istimewa karena para Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.


Bagi para lulusan, pelantikan bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya masa pendidikan. Di balik seragam dan prosesi resmi, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi disiplin, kerja keras, tantangan, doa, serta dukungan keluarga.


Kini, setelah menyelesaikan pendidikan di IPDN, para Pamong Praja Muda bersiap memasuki tahap baru untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik Pertama dari Nusa Tenggara Timur


Di antara 1.204 lulusan, Aji Bayu Ramadhan berhasil mencatatkan prestasi sebagai lulusan terbaik pertama Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026.


Purna praja asal Provinsi Nusa Tenggara Timur itu mengaku bangga dan terharu karena dapat dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, momen tersebut menjadi penghargaan atas perjalanan panjang yang telah dijalani selama empat tahun.


“Saya sangat bersyukur dan juga sangat terhormat pada kesempatan yang sangat berharga ini. Kami akhirnya bisa dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo secara langsung,” ujar Aji.


Ia mengatakan, bagi Angkatan XXXIII Triantama, pelantikan langsung oleh Presiden menjadi momen yang telah lama dinantikan. Kehadiran Presiden Prabowo memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus menjadi penyemangat bagi para lulusan untuk memulai pengabdian.


Prestasi Aji tidak diraih secara instan. Selama menjalani pendidikan di IPDN, ia harus mampu menjaga keseimbangan antara pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Ketiga aspek tersebut menuntut kedisiplinan, ketahanan, serta kemampuan untuk terus berkembang.


Aji menilai keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras dalam waktu singkat. Baginya, konsistensi dalam menjalani kebiasaan positif setiap hari menjadi kunci utama dalam membentuk karakter dan mencapai tujuan.


“Konsistensi lebih tinggi daripada intensitas. Kita cukup memaksimalkan poin-poin tertentu dan fokus dengan konsistensi tiap hari, membentuk kebiasaan ataupun karakter yang akan membangun diri kita menjadi lebih baik,” tuturnya.


Pesan tersebut juga ia tujukan kepada generasi muda Indonesia agar tidak mudah menyerah dan mampu membangun kebiasaan positif secara berkelanjutan.


Doa Orang Tua Jadi Sumber Kekuatan


Di balik pencapaiannya sebagai lulusan terbaik pertama IPDN, Aji mengakui bahwa doa dan dukungan orang tua menjadi sumber kekuatan terbesar.


Di tengah jadwal pendidikan yang padat, rasa lelah, hingga berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalani pendidikan, keluarganya selalu hadir memberikan motivasi dan menguatkan kembali semangatnya.


“Pencapaian yang saya dapat sampai saat ini adalah semua berkat doa orang tua. Kami juga bekerja keras dan disiplin dalam belajar, tetapi orang tua selalu mendukung dan selalu berdoa,” ungkapnya.


Menurut Aji, ketika menghadapi masalah atau mengalami penurunan motivasi, orang tuanya selalu memberikan arahan serta membantu memperkuat visi yang ingin dicapai.


Mohamad Toriq Anwar Wujudkan Cita-Cita Menjadi Lulusan Terbaik


Semangat yang sama juga ditunjukkan Mohamad Toriq Anwar, salah satu lulusan terbaik asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.


Sejak pertama kali memasuki IPDN, Toriq telah menanamkan cita-cita untuk menjadi salah satu lulusan terbaik. Setelah menjalani proses pendidikan selama empat tahun, impian tersebut akhirnya berhasil diwujudkan.


“Saya sangat bangga dan bersyukur. Setelah sekian lama menjalani pendidikan selama empat tahun dengan proses yang panjang, akhirnya tiba hari di mana kami akan mulai mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Toriq.


Ia menilai kesempatan dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia merupakan kehormatan sekaligus rezeki besar yang harus disyukuri.


Toriq juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selama ini menjadi tempat berbagi cerita, menyampaikan keluh kesah, serta mendapatkan motivasi.


“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah lelah berjuang dan berdoa, serta selalu mengharapkan yang terbaik untuk anaknya,” katanya.


Menurut Toriq, perjalanan pendidikan di IPDN menghadirkan banyak dinamika. Karena itu, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membantunya tetap kuat dan fokus menyelesaikan pendidikan.


Charina Anggie Simbolon Buktikan Kegagalan Bukan Akhir


Kisah inspiratif juga datang dari Charina Anggie Simbolon, salah satu lulusan terbaik asal Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.


Sebelum berhasil menjadi praja IPDN, Anggie sempat mengalami kegagalan pada kesempatan pertama. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.


Ia kembali mempersiapkan diri dan mencoba mengikuti seleksi pada kesempatan berikutnya. Ketekunan serta kegigihannya akhirnya membuahkan hasil. Anggie berhasil diterima di IPDN dan kini menjadi salah satu lulusan terbaik Angkatan XXXIII.


“Perasaan saya sangat bahagia dan penuh syukur. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, lulusan Pamong Praja Muda, untuk dilantik oleh Bapak Presiden,” ujar Anggie.


Putri dari seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) dan seorang ibu rumah tangga itu mengatakan bahwa kedua orang tuanya selalu memberikan dukungan penuh terhadap cita-citanya.


Impian sang ayah agar anak-anaknya dapat menjadi pemimpin menjadi motivasi yang terus menguatkan dirinya selama menjalani pendidikan.


Siap Mengawali Pengabdian kepada Masyarakat


Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi para purna praja.


Setelah melewati pendidikan, pelatihan, dan pengasuhan selama empat tahun, para lulusan kini membawa tanggung jawab untuk menerapkan ilmu, disiplin, serta nilai-nilai kepemimpinan dalam pengabdian kepada masyarakat.


Para Pamong Praja Muda juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesediaannya melantik Angkatan XXXIII secara langsung.


Kehadiran Presiden dalam pelantikan tersebut dinilai sebagai kehormatan sekaligus dorongan moral bagi para lulusan untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


Kisah Aji Bayu Ramadhan, Mohamad Toriq Anwar, dan Charina Anggie Simbolon menunjukkan bahwa keberhasilan lahir dari proses panjang. Kerja keras, konsistensi, keberanian untuk bangkit dari kegagalan, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.


Dengan semangat tersebut, Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN diharapkan mampu menjadi aparatur pemerintahan yang berintegritas, profesional, dekat dengan masyarakat, serta siap mengabdi untuk kemajuan Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas