Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Progres Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, Proyek Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Banjir

20 Juni 2026, 17:12 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Progres Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, Proyek Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Banjir

INDOTORIAL.COM - GORONTALO – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (19/06/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian proyek strategis nasional yang digadang-gadang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan, pengendalian banjir, serta penyediaan air baku bagi masyarakat Gorontalo.


Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian dan sumber daya air di berbagai daerah.


Setibanya di lokasi proyek, Wapres Gibran menerima pemaparan langsung terkait perkembangan pembangunan Bendungan Bulango Ulu dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bulango Ulu, Ali Rahmat. Setelah itu, Wapres meninjau area bendungan untuk melihat secara langsung kondisi dan progres pekerjaan yang tengah berlangsung.


Dalam laporannya, Ali Rahmat menyampaikan bahwa progres fisik pembangunan Bendungan Bulango Ulu telah mencapai 94,99 persen. Saat ini, pekerjaan yang masih tersisa meliputi penyelesaian terowongan, plugging, serta pembangunan bottom outlet yang menjadi bagian penting dalam sistem operasional bendungan.


“Insya Allah tahun ini seluruh pekerjaan dapat diselesaikan. Saat ini yang tersisa hanya pekerjaan terowongan, plugging, dan bottom outlet,” ujar Ali Rahmat saat memberikan pemaparan kepada Wapres.


Bendungan Bulango Ulu Perkuat Ketahanan Pangan Gorontalo


Keberadaan Bendungan Bulango Ulu diproyeksikan memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian di Provinsi Gorontalo. Infrastruktur ini akan mendukung layanan irigasi eksisting seluas 4.100 hektare sekaligus membuka layanan irigasi baru untuk sekitar 750 hektare lahan pertanian.


Dengan ketersediaan air yang lebih stabil sepanjang tahun, indeks pertanaman diperkirakan meningkat dari 250 menjadi 350. Artinya, petani berpeluang melakukan hampir tiga kali masa tanam dalam satu tahun.


Tak hanya itu, produktivitas hasil pertanian yang saat ini berada pada kisaran 3 hingga 3,5 ton per hektare diprediksi meningkat menjadi 7 hingga 9 ton per hektare setelah bendungan beroperasi secara penuh.


Menurut Ali Rahmat, peningkatan layanan irigasi tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi fokus pemerintah.


“Dengan adanya bendungan ini, produktivitas pertanian diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat dan indeks pertanaman juga naik secara signifikan,” katanya.


Kurangi Risiko Banjir dan Penuhi Kebutuhan Air Baku


Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Bulango Ulu juga memiliki peran strategis dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat Gorontalo, khususnya di wilayah perkotaan.


Bendungan ini dirancang mampu mereduksi potensi banjir hingga 43 persen di Kota Gorontalo. Dengan pengelolaan debit air yang lebih baik, sekitar 629 hektare kawasan yang selama ini rentan terdampak banjir dapat memperoleh perlindungan yang lebih optimal.


“Manfaat yang paling besar adalah reduksi banjir untuk melindungi Kota Gorontalo. Debit air yang mengalir ke wilayah kota nantinya akan jauh lebih terkendali,” jelas Ali.


Di sisi lain, bendungan tersebut juga akan menyediakan pasokan air baku sebesar 2.200 liter per detik yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.


Dukung Pembangkit Listrik dan Percepatan Pembangunan Daerah


Manfaat Bendungan Bulango Ulu tidak hanya terbatas pada sektor pertanian dan pengendalian banjir. Infrastruktur ini juga dirancang untuk mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas mencapai 5 megawatt.


Kehadiran bendungan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran memberikan perhatian khusus terhadap percepatan penyelesaian proyek, termasuk memastikan kebutuhan pendanaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa dapat terpenuhi sesuai target.


Wapres menilai penyelesaian Bendungan Bulango Ulu menjadi langkah penting karena manfaatnya yang sangat luas bagi masyarakat. Mulai dari penyediaan air baku, pengendalian banjir, peningkatan layanan irigasi, hingga dukungan terhadap penyediaan energi listrik.


Pemerintah berharap seluruh proses konstruksi dapat rampung sesuai jadwal sehingga pengisian awal bendungan (impounding) dapat dimulai pada tahun 2027. Dengan demikian, Bendungan Bulango Ulu ditargetkan dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat penuh bagi masyarakat Gorontalo pada awal tahun 2028.


Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut antara lain Anggota Komisi VI DPR RI Rachmad Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta Bupati Bone Bolango Ismet Mile.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas