Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Apresiasi Transformasi RTP Borarsi, Kini Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat

22 Juni 2026, 17:39 WIB

 

Wapres Gibran Apresiasi Transformasi RTP Borarsi, Kini Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat

INDOTORIAL.COM - MANOKWARI, – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi transformasi Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi di Manokwari, Papua Barat, yang kini mampu menjadi lokasi penyelenggaraan ajang berskala nasional. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Jumat (20/6/2026).


Menurut Wapres, perubahan RTP Borarsi menjadi pusat kegiatan nasional merupakan bukti nyata keberhasilan pembangunan yang terus digencarkan pemerintah di wilayah Papua. Ia mengaku pernah mengunjungi lokasi tersebut pada November 2025 ketika proses pembangunan masih berlangsung.


"Saya pernah datang ke lapangan ini pada November tahun lalu. Saat itu masih dalam proses pembangunan. Saya senang sekarang tempat ini sudah bisa difungsikan untuk event sebesar Pesparawi Nasional," kata Gibran di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.


Bukti Pembangunan Tidak Lagi Jawa Sentris


Dalam sambutannya, Wapres menegaskan bahwa pembangunan nasional saat ini tidak lagi berpusat di Pulau Jawa. Pemerintah, kata dia, terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah timur Indonesia, termasuk Papua.


Menurutnya, pembangunan RTP Borarsi yang kini menjadi lokasi Pesparawi Nasional XIV merupakan salah satu contoh nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.


"Pembangunan sudah tidak lagi Jawa sentris, tetapi Indonesia sentris. Karena itu pembangunan Papua menjadi salah satu prioritas Presiden," ujarnya.


Wapres menjelaskan, berbagai program pembangunan terus dilakukan di Papua, mulai dari pembangunan rumah sakit, sekolah rakyat, pasar, pengembangan Trans Papua, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembangunan kampung nelayan.


Meski demikian, Gibran menekankan bahwa keberhasilan pembangunan harus didukung oleh situasi yang aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


"Untuk melakukan pembangunan dibutuhkan suasana yang damai dan kondusif. Karena itu saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat pesan perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua," katanya.


Pesparawi Jadi Wajah Toleransi dan Moderasi Beragama


Ketua Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, mengatakan bahwa penyelenggaraan Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan moderasi beragama di Papua Barat.


Menurutnya, kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjalin di Papua Barat bukan sekadar slogan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.


"Ini bukan hanya slogan, tetapi sebuah realitas yang hidup di tengah masyarakat Papua Barat," ujarnya.


Ali Baham mencontohkan semangat kebersamaan tersebut terlihat dalam rangkaian pembukaan Pesparawi, di mana kelompok hadrah dari umat Islam turut ambil bagian dalam parade pembukaan. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama yang terus terjaga di Papua.


Ia juga menegaskan bahwa sejarah perkembangan agama-agama di Papua menunjukkan tingginya penghormatan terhadap perbedaan serta semangat hidup berdampingan secara harmonis.


Diikuti Ribuan Peserta dari 38 Provinsi


Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, official, dan tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.


Ia berharap Pesparawi Nasional XIV tidak hanya menghasilkan prestasi di bidang seni paduan suara gerejawi, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan, perdamaian, dan persatuan bangsa dari Tanah Papua untuk Indonesia.


Pesparawi Nasional XIV berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026 dengan mengusung tema "Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu". Kegiatan ini diikuti sebanyak 5.434 peserta, tamu, dan penggembira yang berasal dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.


Pembukaan acara berlangsung meriah melalui defile 43 kontingen yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara dalam bingkai persatuan dan keberagaman.


Secara resmi, pembukaan Pesparawi Nasional XIV ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk serta para gubernur yang hadir.


Rangkaian seremoni kemudian dilanjutkan dengan tiupan triton, pembukaan selubung maskot "Bit Sang Konduktor", penampilan lagu Haleluya Agung, hingga tarian tifa khas Papua.


Acara pembukaan ditutup dengan lagu Tanah Papua yang dinyanyikan bersama seluruh hadirin. Dengan tangan kanan diletakkan di dada kiri, para peserta dan tamu undangan menunjukkan rasa cinta, penghormatan, dan kebanggaan terhadap Tanah Papua sebagai bagian penting dari Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas