Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Ajak HIPMI Perkuat Ekonomi Nasional, Tekankan Penegakan Hukum hingga Swasembada Energi

12 Juni 2026, 17:35 WIB

 

Presiden Prabowo Ajak HIPMI Perkuat Ekonomi Nasional, Tekankan Penegakan Hukum hingga Swasembada Energi

INDOTORIAL.COM - BANDAR LAMPUNG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis nasional untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang berlangsung di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu (10/6/2026).


Di hadapan ratusan pengusaha muda dari berbagai daerah, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan iklim usaha yang sehat, aman, dan kondusif melalui penegakan hukum yang konsisten.


Menurut Presiden, kepastian hukum menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Indonesia. Tanpa adanya penegakan hukum yang kuat, kepercayaan investor maupun pelaku usaha akan sulit tumbuh secara maksimal.


"Saudara yang akan menciptakan lapangan kerja, karena itu pemerintah harus membuat keadaan yang baik untuk para pengusaha. Keadaan yang baik itu antara lain hukum harus kita tegakkan," ujar Presiden Prabowo.


Selain menyoroti sektor usaha dan investasi, Kepala Negara juga menyampaikan capaian Indonesia dalam bidang pangan. Di tengah meningkatnya tantangan global, termasuk ancaman perubahan iklim dan krisis pangan dunia, Indonesia dinilai berhasil menjaga ketahanan pangan nasional.


Presiden mengungkapkan bahwa sejumlah negara saat ini menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Bahkan, berbagai lembaga internasional telah memberikan peringatan terkait potensi krisis pangan global yang dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.


Namun demikian, Indonesia berada dalam posisi yang relatif kuat berkat berbagai langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan produksi pangan nasional.


"Banyak negara sekarang dalam keadaan panik. Mereka sulit cari makan. PBB sudah memberikan peringatan bahwa tahun ini akan ada kelaparan besar-besaran. Kita alhamdulillah kuat," kata Presiden.


Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga terus menggenjot upaya mewujudkan swasembada energi nasional. Presiden Prabowo menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya sendiri.


Menurut perhitungan pemerintah, dalam kurun waktu sekitar tiga tahun ke depan Indonesia diproyeksikan memiliki ketahanan energi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat ini. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.


"Perhitungan kita tiga tahun lagi, kita benar-benar sangat kuat di bidang energi," tuturnya.


Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga kembali menegaskan pentingnya program hilirisasi industri sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia. Kebijakan hilirisasi dinilai mampu menciptakan nilai tambah bagi sumber daya alam dalam negeri, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.


Lebih dari itu, hilirisasi juga memberikan peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang sebagai pelaku usaha dan industri yang mampu menguasai pasar domestik.


Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi produk dan industri asing. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan bahwa pasar nasional dapat dimanfaatkan secara optimal oleh putra-putri terbaik bangsa.


"Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit. Karena kita tidak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita mau pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia," tegasnya.


Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh anggota HIPMI dan generasi muda Indonesia untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang produktif, menjunjung tinggi nasionalisme, memperkuat semangat gotong royong, serta tetap patuh terhadap hukum.


Menurut Presiden, kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda akan menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.


"Anak-anak muda, pemimpin-pemimpin muda, bangunlah budaya yang baik, nasionalis tapi kerja sama," pungkas Presiden Prabowo.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas