Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Percepat Revitalisasi 71.744 Sekolah di Indonesia, Serap Hingga 1,1 Juta Tenaga Kerja

13 Juni 2026, 17:33 WIB

 

Prabowo Percepat Revitalisasi 71.744 Sekolah di Indonesia, Serap Hingga 1,1 Juta Tenaga Kerja

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat sektor pendidikan melalui percepatan program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama yang dibahas Presiden saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti melaporkan perkembangan berbagai program prioritas pendidikan yang tengah dijalankan pemerintah, termasuk capaian revitalisasi sekolah yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Menurut Abdul Mu’ti, program revitalisasi sekolah pada tahun 2025 berhasil diselesaikan sepenuhnya dengan cakupan mencapai 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk memperluas program serupa pada tahun 2026.


Tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun yang telah mendapatkan persetujuan dari DPR RI untuk mendukung revitalisasi 11.744 satuan pendidikan. Selain itu, pemerintah juga menambah target revitalisasi hingga total mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.


Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan modern bagi seluruh peserta didik di Tanah Air.


Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa manfaat revitalisasi sekolah tidak hanya dirasakan dalam aspek pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Hal ini karena pelaksanaan pembangunan menggunakan sistem swakelola yang melibatkan langsung masing-masing satuan pendidikan.


Dengan mekanisme tersebut, masyarakat di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam proses pembangunan. Pemerintah memperkirakan program revitalisasi sekolah tahun 2026 mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.


“Program revitalisasi ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat karena pengerjaannya dilakukan secara swakelola oleh sekolah. Kami memperkirakan sekitar 1,1 juta tenaga kerja dapat terserap selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Abdul Mu’ti.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa program revitalisasi sekolah mendapatkan respons positif dari masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Banyak sekolah yang selama puluhan tahun belum pernah mendapatkan perbaikan infrastruktur kini mulai menikmati fasilitas yang lebih memadai.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang lokasi geografis.


“Banyak masyarakat di daerah 3T yang menyampaikan apresiasi karena sekolah-sekolah mereka akhirnya mendapatkan perhatian dan perbaikan. Program ini mencakup sekolah negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.


Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga tengah mempercepat pengembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi. Program ini dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama yang mengedepankan layanan pendidikan berkualitas dengan standar nasional yang terintegrasi.


Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi. Dari berbagai usulan yang masuk, sebanyak 36 lokasi telah melalui proses seleksi. Tahun ini, sejumlah sekolah akan mulai beroperasi, termasuk lima sekolah yang memanfaatkan balai milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, satu sekolah di Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sembilan sekolah baru yang akan dibangun di daerah terpilih.


Program Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan mampu menjadi model pendidikan unggulan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan bermutu.


Melalui percepatan revitalisasi lebih dari 71 ribu sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan bangsa. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap anak Indonesia, baik yang tinggal di perkotaan maupun pelosok negeri, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, modern, dan berkualitas.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas