Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan Demi Kemajuan Indonesia

28 Juni 2026, 20:36 WIB

 

Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan Demi Kemajuan Indonesia

INDOTORIAL.COM - JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia. Menurutnya, perbedaan suku, agama, latar belakang, hingga profesi bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dirawat demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.


Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).


Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Oleh karena itu, seluruh masyarakat diharapkan mampu menjadikan rasa cinta terhadap Tanah Air sebagai fondasi utama dalam membangun persatuan.


Menurut Presiden, setiap warga negara memiliki pengalaman hidup, pandangan, dan latar belakang yang berbeda. Namun, seluruh perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi titik awal dalam menemukan kesamaan demi kepentingan bangsa.


"Kita punya latar belakang, dan Saudara-saudara, pengalaman kita pasti berbeda, tapi dengan premis tadi, dengan anak Indonesia yang cinta tanah airnya, saya kira dalam perbedaan ini kita harusnya bisa mencari titik-titik kebersamaan," ujar Presiden Prabowo.


Persatuan Jadi Kunci Kemajuan Bangsa


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kemampuan suatu bangsa untuk maju sangat bergantung pada kemauan seluruh elemen, khususnya para pemimpin dan kalangan elite, untuk bekerja sama.


Berdasarkan pembelajaran sejarah yang dipahaminya, Presiden menyebut banyak negara berhasil berkembang karena para pemimpinnya mampu mengesampingkan ego dan mengutamakan kepentingan nasional. Sebaliknya, bangsa yang terus terjebak dalam konflik internal akan sulit mencapai potensi terbaiknya.


"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerja sama, itu bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitnya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," jelasnya.


Presiden menilai semangat kolaborasi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembangunan industri nasional yang berdaya saing.


Demokrasi Tetap Menjunjung Perbedaan Pendapat


Meski menekankan pentingnya persatuan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa semangat kebersamaan tidak berarti menghilangkan perbedaan pandangan. Sebagai negara demokrasi, Indonesia tetap menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan gagasan.


Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, seluruh perbedaan tersebut harus tetap diarahkan pada tujuan bersama, yakni membangun kesejahteraan rakyat.


Presiden mengingatkan agar dinamika politik, termasuk setelah pelaksanaan pemilihan umum, tidak terus berujung pada konflik yang berkepanjangan. Ia menilai energi bangsa seharusnya lebih difokuskan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh?, habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?," tuturnya.


Mengabdikan Ilmu dan Kepintaran untuk Rakyat


Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh anak bangsa, khususnya para pemimpin, akademisi, ilmuwan, dan tokoh masyarakat yang hadir dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, untuk mengabdikan kemampuan terbaik mereka demi kepentingan rakyat.


Menurut Presiden, kecerdasan, ilmu pengetahuan, teknologi, maupun pengalaman yang dimiliki para pemimpin harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok yang masih hidup dalam keterbatasan.


Ia menegaskan bahwa tugas utama setiap pemimpin bukan hanya menghasilkan gagasan, tetapi memastikan seluruh kemampuan yang dimiliki mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat, khususnya masyarakat miskin dan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.


"Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini. Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah," pungkas Presiden.


Ajakan Presiden Prabowo tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan nasional merupakan fondasi utama dalam mempercepat pembangunan Indonesia. Dengan semangat kerja sama, saling menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan rakyat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemajuan di berbagai sektor, mulai dari sains, teknologi, industri, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas