INDOTORIAL.COM - Pemerintah terus mendorong penguatan sistem transportasi publik nasional yang modern, terintegrasi, dan inklusif. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membebaskan tarif transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat.
Kebijakan yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung tersebut dinilai menjadi terobosan penting dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih ramah, aman, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan Wapres Gibran saat meninjau progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi serta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (12/05/2026).
Dalam keterangannya, Wapres menegaskan bahwa transportasi publik tidak hanya harus modern dan terintegrasi, tetapi juga wajib mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, ibu hamil, hingga anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pembangunan sistem transportasi massal.
“Saya sangat mengapresiasi terobosan inovasi dari Pak Gubernur terkait transportasi publik di Jakarta yang sekarang membebaskan tarif untuk 15 golongan. Ini luar biasa sekali, termasuk bagi lansia dan kaum difabel,” ujar Wapres Gibran.
Ia juga menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan transportasi publik di Indonesia, khususnya di Jakarta sebagai pusat aktivitas nasional.
“Yang paling penting sekali lagi aman dan nyaman untuk anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel,” tegasnya.
Kebijakan pembebasan tarif transportasi publik tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap aksesibilitas dan pemerataan layanan publik. Langkah ini juga dianggap sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum guna mengurangi kemacetan dan polusi udara di kawasan perkotaan.
Selain itu, Wapres Gibran turut menyoroti pentingnya membangun ekosistem transportasi publik yang saling terhubung antara MRT, LRT, dan TransJakarta. Integrasi antarmoda dinilai menjadi kunci untuk menciptakan mobilitas masyarakat yang lebih cepat, efisien, dan nyaman.
Menurutnya, pengembangan transportasi massal tidak cukup hanya dengan menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga harus dibarengi dengan konektivitas yang baik agar masyarakat semakin mudah berpindah dari satu moda ke moda lainnya.
Sementara itu, di lokasi terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa peninjauan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dilakukan untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai target.
Pramono menyebut pembangunan jalur MRT Jakarta dari kawasan Sawah Besar hingga Harmoni saat ini menunjukkan progres yang cukup signifikan.
“Kami meninjau lokasi mulai dari Sawah Besar hingga Harmoni. Secara keseluruhan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 59 persen. Berdasarkan informasi dari Direktur Utama MRT Jakarta, proses commissioning akan dimulai pada pertengahan 2027, dengan target operasional hingga Harmoni paling lambat akhir 2027,” ungkap Pramono.
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A sendiri menjadi bagian penting dalam memperluas konektivitas transportasi publik ibu kota. Kehadiran jalur baru ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global dengan sistem transportasi modern dan berkelanjutan.
Dengan adanya kebijakan transportasi gratis untuk 15 golongan masyarakat serta percepatan pembangunan MRT Jakarta, pemerintah berharap penggunaan transportasi publik di ibu kota terus meningkat. Langkah tersebut juga diyakini dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih inklusif, nyaman, dan berpihak kepada seluruh warga Jakarta.
(Indotorial.com)
