Iklan

Iklan

,

Iklan

Klarifikasi di Istana Wapres, Rismon Sianipar Akui Ijazah Gibran Asli dan Sampaikan Permintaan Maaf

13 Maret 2026, 16:48 WIB

 

Klarifikasi di Istana Wapres, Rismon Sianipar Akui Ijazah Gibran Asli dan Sampaikan Permintaan Maaf

INDOTORIAL.COM - JAKARTA — Polemik yang sempat berkembang di ruang publik terkait kajian ijazah Wakil Presiden akhirnya menemukan titik terang. Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar secara langsung menemui Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2026).


Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus penyampaian permintaan maaf secara langsung kepada Wakil Presiden terkait kajian yang sebelumnya ia sampaikan dan sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.


Usai pertemuan, Rismon memberikan keterangan kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa setelah melakukan kajian lanjutan yang lebih mendalam terhadap data serta dokumen yang tersedia, dirinya sampai pada kesimpulan bahwa ijazah yang sempat dipersoalkan tersebut adalah asli.


“Wartawan memang butuh kalimat sederhana. Iya, asli. Karena apa, dengan kajian saya. Makanya saya bilang, truth hurts. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” ujar Rismon kepada wartawan.


Menurutnya, proses penelitian yang ia lakukan sebelumnya memang bersifat terbuka dan masih terus berkembang. Karena itu, ia menilai penting bagi seorang peneliti untuk bersikap jujur terhadap hasil kajian terbaru yang diperoleh, sekalipun kesimpulan tersebut berbeda dari asumsi awal yang berkembang di publik.


Rismon menegaskan bahwa sebagai seorang peneliti, tanggung jawab akademik menuntutnya untuk melakukan koreksi jika ditemukan temuan baru dalam proses penelitian. Ia pun menilai sikap terbuka terhadap koreksi merupakan bagian penting dari integritas ilmiah.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang sempat muncul akibat kajian yang sebelumnya ia sampaikan ke publik.


“Sebagai peneliti bertanggung jawab untuk mengoreksi tulisannya, bukan menyembunyikan kebenaran sehingga dianggap bahwa penelitian sudah final, tidak ongoing, hanya demi sorak-sorai, hanya demi fanatisme, hanya demi bisa jadi kepentingan politik praktis,” ungkapnya.


Polemik terkait kajian tersebut sebelumnya memang sempat menjadi perhatian publik dan memicu berbagai perdebatan di media sosial maupun ruang diskusi publik. Namun dengan adanya klarifikasi langsung yang disampaikan kepada Wakil Presiden, Rismon berharap polemik tersebut dapat disikapi secara lebih bijak.


Sementara itu, dalam keterangan tertulis terpisah, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai langkah yang diambil Rismon untuk meninjau kembali pernyataannya merupakan bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi.


Menurut Wapres, sikap terbuka terhadap koreksi serta keberanian untuk menyampaikan klarifikasi di ruang publik merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.


Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum bulan suci Ramadan sebagai kesempatan memperkuat persaudaraan dan saling memaafkan.


“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” tulis Wapres dalam keterangannya.


Ajakan tersebut sekaligus menjadi pesan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, terutama dalam isu-isu yang berkembang di ruang publik.


Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik yang sempat berkembang dapat mereda dan masyarakat dapat kembali fokus pada upaya memperkuat persatuan serta menjaga ruang demokrasi yang sehat dan konstruktif.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas