Iklan

Iklan

,

Iklan

Cadangan Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Mentan Amran: Stok Pangan Indonesia Aman Hingga Akhir Tahun

15 Maret 2026, 17:19 WIB

 

Cadangan Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Mentan Amran: Stok Pangan Indonesia Aman Hingga Akhir Tahun

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional berada dalam situasi yang sangat aman. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton, angka yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam sejarah pengelolaan stok beras di Indonesia.


Laporan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.


Dalam paparannya, Mentan Amran menyebut bahwa cadangan beras nasional tidak hanya dalam kondisi aman, tetapi juga diproyeksikan akan terus meningkat dalam waktu dekat. Bahkan, dalam satu bulan ke depan, stok beras nasional diperkirakan dapat menembus angka 5 juta ton.


“Hari ini mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita. Ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” ujar Amran dalam laporannya.


Capaian ini dinilai menjadi indikator kuat bahwa ketahanan pangan Indonesia semakin kokoh. Stok beras yang melimpah juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.


Tidak hanya pada komoditas beras, Mentan juga mengungkapkan perkembangan positif pada sektor komoditas strategis lainnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang mengalami kenaikan signifikan.


Menurut Amran, ekspor CPO Indonesia meningkat hingga 6 juta ton. Kenaikan tersebut menjadi kabar baik bagi sektor pertanian karena turut memperkuat kinerja ekspor nasional sekaligus mendukung kebutuhan energi berbasis biofuel di dalam negeri.


“Ada kabar menarik Bapak Presiden, CPO kita, ekspor kita naik 6 juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi alhamdulillah naik,” ungkapnya.


Selain dari sisi produksi dan ekspor, kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Mentan menyampaikan bahwa produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74 persen, yang menjadi capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.


“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen PDB sektor pertanian. Kemudian NTP (Nilai Tukar Petani), tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” kata Amran.


Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah yang berpihak kepada petani. Salah satunya adalah kebijakan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk komoditas pertanian serta penurunan harga pupuk yang membantu menekan biaya produksi petani.


“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” jelasnya.


Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang semakin kuat. Menurutnya, ketersediaan pangan yang terjaga merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas negara.


Presiden juga menekankan bahwa pemerintah tetap harus mencermati seluruh komoditas pangan, terutama sumber protein yang dibutuhkan masyarakat.


“Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini, suatu fondasi yang kuat. Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein,” ujar Presiden.


Ia menambahkan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein nasional, baik dari perikanan darat, perikanan tangkap, maupun perikanan lepas pantai.


Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan Indonesia akan semakin kokoh. Selain menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan target besar Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan di masa mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas