Iklan

Iklan

,

Iklan

Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Palestina

26 Februari 2026, 15:37 WIB

 

Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Palestina

INDOTORIAL.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian berkelanjutan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik Palestina. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman, pada Rabu, 25 Februari 2026.


Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Raja Yordania tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun di balik suasana persahabatan itu, pembahasan yang dilakukan memiliki bobot strategis, terutama menyangkut upaya konkret mendorong solusi damai yang langgeng bagi Palestina.


Indonesia Konsisten Dukung Solusi Dua Negara


Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap melakukan berbagai langkah nyata demi mendorong tercapainya solusi yang berkelanjutan. Menurut Kepala Negara, solusi dua negara atau two-state solution dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka merupakan satu-satunya jalan realistis menuju perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.


“Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang dapat kami lakukan demi tercapainya solusi yang langgeng. Menurut pandangan kami, satu-satunya solusi yang benar-benar berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka,” tegas Presiden Prabowo.


Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat posisi diplomasi Indonesia yang sejak lama konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sebagai amanat konstitusi dan wujud solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.


Peran Aktif Indonesia di Forum Internasional


Tidak hanya menyampaikan dukungan normatif, Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia terlibat aktif dalam berbagai inisiatif internasional untuk mencari jalan keluar atas konflik berkepanjangan tersebut.


Salah satunya adalah partisipasi Indonesia dalam Board of Peace serta dukungan terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keterlibatan tersebut, menurut Presiden, merupakan bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mendorong solusi jangka panjang.


“Itulah sebabnya ketika kami diundang untuk bergabung dalam Board of Peace dan kami mendukung rencana 20 poin dari Presiden Donald Trump, semuanya dilakukan dengan tujuan dan upaya untuk mencapai solusi yang langgeng tersebut,” jelasnya.


Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bersuara di tingkat regional, tetapi juga berperan dalam percaturan diplomasi global. Posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta reputasi sebagai negara demokratis menjadikan suara Indonesia cukup diperhitungkan dalam isu Palestina.


Diplomasi Hangat Indonesia–Yordania


Selain membahas isu strategis, pertemuan bilateral tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Yordania. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Raja Abdullah II dan menyebut Yordania sebagai “rumah keduanya”.


Sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan, Presiden Prabowo turut menyampaikan ucapan Ramadan Mubarak kepada seluruh rakyat Yordania. Ucapan tersebut mencerminkan kedekatan emosional sekaligus kesamaan nilai yang dimiliki kedua negara.


“Atas nama Indonesia dan secara pribadi, saya ingin menyampaikan Ramadan Mubarak kepada rakyat Yordania,” ujar Presiden.


Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Kekuatan Pemersatu


Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mengambil peran sebagai kekuatan penyejuk (cooling power) dalam dinamika geopolitik global. Di tengah situasi Timur Tengah yang masih diliputi ketegangan, komitmen terhadap solusi dua negara menjadi pesan tegas bahwa Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi damai.


Bagi Indonesia, stabilitas kawasan Timur Tengah bukan hanya isu regional, tetapi juga menyangkut kepentingan kemanusiaan global. Karena itu, diplomasi aktif, kolaborasi internasional, dan dukungan terhadap solusi dua negara akan terus menjadi pilar utama kebijakan luar negeri Indonesia.


Dengan langkah ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang tidak hanya bersuara, tetapi juga berkontribusi nyata dalam upaya mewujudkan perdamaian Palestina yang adil dan berkelanjutan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas