INDOTORIAL.COM - Biak Numfor – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 Biak Numfor, Papua, Selasa (13/01/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan implementasi program Sekolah Rakyat berjalan optimal dan benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya di wilayah Tanah Papua.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, enam Sekolah Rakyat berada di wilayah Papua, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang setara hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Saya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 41 Biak untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan baik serta benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Wapres Gibran dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Wapres, program Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membuka peluang pendidikan yang adil dan inklusif. Tidak hanya memberikan akses belajar, Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk membangun karakter, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda Papua agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Penguatan Sekolah Rakyat, lanjut Wapres, merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat berkomitmen untuk hadir secara nyata dalam menjamin hak pendidikan setiap anak bangsa tanpa terkecuali.
“Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, negara harus hadir dan bertanggung jawab penuh dalam menjamin hak pendidikan setiap anak Indonesia,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga memastikan dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan Sekolah Rakyat, mulai dari pemenuhan tenaga pendidik yang kompeten, peningkatan sarana dan prasarana, hingga penguatan kualitas pembelajaran. Pemerintah menegaskan tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis.
Kepala Sekolah SRMA 41 Biak Numfor, Samuel Franklyn Yawan, menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di Biak Numfor. Ia menilai program ini sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan yang selama ini sulit diakses oleh sebagian warga.
“Sekolah Rakyat ini, menurut saya, adalah jawaban Tuhan untuk keluarga kurang mampu. Selama ini orang tua menginginkan pendidikan seperti ini, dan baru di masa Bapak Presiden Prabowo program seperti ini bisa terwujud,” ujar Samuel.
Dampak positif Sekolah Rakyat juga dirasakan langsung oleh para siswa. Ricky Yansen K. Siri, siswa kelas X A SRMA 41 Biak, mengaku bangga bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.
“Sebelumnya tidak ada biaya untuk masuk sekolah. Tapi sekarang sudah bisa, saya bangga sekali karena sekarang ada sekolah ini,” ungkapnya.
Sebagai informasi, SRMA 41 Biak Numfor merupakan bagian dari Program Sekolah Rakyat Tahap I Rintisan yang mulai beroperasi sejak Agustus 2025. Saat ini, sekolah tersebut menampung 97 siswa dari berbagai distrik di Kabupaten Biak Numfor. Selain fasilitas ruang belajar, sekolah ini juga dilengkapi dengan asrama serta dukungan tenaga pendidik yang terus diperkuat secara bertahap.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Papua diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mempersempit kesenjangan pendidikan antarwilayah. Pemerintah optimistis, melalui program ini, generasi muda Papua dapat tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan siap membangun daerahnya di masa depan.
(Indotorial.com)
