INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan jajaran perusahaan otomotif asal India, TVS, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan investasi TVS di Indonesia, termasuk kemungkinan perluasan fasilitas produksi serta pengembangan kendaraan berbasis listrik dan etanol.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan jajaran TVS menjadi bagian dari pembahasan mengenai peluang pengembangan industri otomotif di Indonesia. Selain mempertahankan investasi yang sudah berjalan, TVS juga menyampaikan rencana untuk memperluas kegiatan usahanya dan mengembangkan teknologi kendaraan dengan sumber energi yang lebih beragam.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani yang turut mendampingi Presiden Prabowo mengatakan, TVS selama ini telah memiliki investasi di Indonesia. Perusahaan tersebut memproduksi sejumlah jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, skuter, hingga kendaraan roda tiga.
“TVS, yang di mana memang sudah berinvestasi di sini untuk motor, scooters, tiga roda, dan ingin mengembangkan pabriknya lebih luas dan tapi juga tidak hanya berupa bahan bakar EV, tapi juga mulai menerapkan bahan bakar etanol,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media seusai pertemuan.
TVS Bahas Perluasan Pabrik di Indonesia
Rencana perluasan pabrik TVS di Indonesia menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pemerintah melihat pengembangan fasilitas produksi sebagai bagian dari peluang untuk memperkuat aktivitas industri otomotif sekaligus meningkatkan investasi di dalam negeri.
Rosan menyebut, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pimpinan TVS untuk menyampaikan secara langsung rencana pengembangan perusahaan kepada Presiden Prabowo. Pimpinan utama hingga CEO TVS hadir dalam pertemuan di Istana Merdeka.
Menurut Rosan, agenda tersebut lebih bersifat courtesy visit, namun tetap menjadi momentum untuk membicarakan rencana investasi dan kemungkinan kerja sama lanjutan.
“Nah jadi tadi dibicarakanlah rencananya dan kemungkinan kerja samanya, prinsipalnya datang, CEO-nya datang, jadi ini lebih ke courtesy visit ke Bapak Presiden,” ungkap Rosan.
Dengan adanya komunikasi langsung antara pemerintah dan pimpinan perusahaan, berbagai rencana pengembangan investasi TVS di Indonesia dapat dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait.
Kendaraan Listrik dan Motor Berbasis Etanol
Tidak hanya ekspansi produksi, pembahasan antara Presiden Prabowo dan TVS juga menyentuh perkembangan teknologi kendaraan. Salah satu fokusnya adalah pengembangan kendaraan roda dua dengan pilihan teknologi dan sumber energi yang lebih beragam.
TVS disebut tidak hanya menyiapkan pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga mulai menjajaki pengembangan sepeda motor berbasis etanol. Langkah tersebut membuka ruang bagi pengembangan teknologi otomotif yang menyesuaikan dengan kebutuhan energi dan kebijakan industri di Indonesia.
Penggunaan etanol sebagai bahan bakar menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan dalam sektor transportasi. Di sisi lain, kendaraan listrik juga terus menjadi bagian penting dari transformasi industri otomotif menuju teknologi yang lebih rendah emisi.
Rosan menjelaskan, pengembangan tersebut nantinya akan melibatkan tim pemerintah yang berkaitan dengan riset dan teknologi.
“Kerja samanya di bidang pengembangan dari motor listrik, motor berbasis etanol, jadi nanti dengan tim dari Menristekdikti juga untuk pengembangan dari listrik berbasis etanol ini,” kata Rosan.
Keterlibatan pemerintah dalam pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara industri otomotif dan lembaga pemerintah maupun pihak terkait lainnya.
Dorong Investasi Otomotif dan Teknologi Ramah Lingkungan
Pembahasan investasi TVS di Istana Merdeka juga menunjukkan arah pengembangan industri otomotif Indonesia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi. Pengembangan teknologi kendaraan menjadi bagian penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri dan transportasi.
Pemerintah terus mendorong agar investasi yang masuk ke Indonesia memberikan dampak terhadap penguatan industri dalam negeri. Dalam konteks industri otomotif, investasi juga dapat berkaitan dengan pengembangan teknologi, perluasan fasilitas produksi, serta peningkatan kapasitas industri pendukung.
Rencana TVS untuk mengembangkan kendaraan listrik dan kendaraan berbasis etanol menjadi salah satu bentuk diversifikasi teknologi yang sedang dijajaki perusahaan di Indonesia.
Bagi Indonesia, pengembangan kendaraan dengan teknologi alternatif juga memiliki keterkaitan dengan upaya membangun ekosistem industri kendaraan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan energi.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran TVS karena itu tidak hanya membahas keberadaan investasi perusahaan asal India tersebut di Indonesia. Pertemuan juga membuka pembicaraan mengenai peluang ekspansi pabrik serta pengembangan produk dan teknologi otomotif.
Dengan adanya rencana tersebut, investasi TVS di Indonesia berpotensi terus berkembang, terutama pada sektor kendaraan roda dua, kendaraan listrik, dan teknologi berbasis etanol. Pemerintah melalui kementerian terkait akan menjadi bagian dari pembahasan lanjutan untuk mendukung pengembangan investasi dan teknologi tersebut.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah untuk menjaga iklim investasi sekaligus mendorong industri otomotif nasional agar terus mengikuti perkembangan teknologi kendaraan yang semakin beragam.
(Tim Indotorial)


