Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Minta Penanganan Gempa di Sikka Cepat dan Terpadu, Tak Boleh Ada Warga Terlewat Bantuan

20 Agustus 2026, 20:40 WIB

 

Wapres Gibran Minta Penanganan Gempa di Sikka Cepat dan Terpadu, Tak Boleh Ada Warga Terlewat Bantuan

INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan secara cepat, terpadu, dan menyentuh seluruh masyarakat terdampak.


Pesan tersebut disampaikan Wapres Gibran saat meninjau sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana di Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres bertemu dengan jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan efektif hingga ke tingkat lapangan.


Menurut Gibran, kondisi masyarakat yang terdampak gempa membutuhkan respons cepat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan mendesak. Pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang berada di kawasan terpencil.


“Dalam penanganan darurat, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan,” tegas Wapres.


Wapres Gibran Minta Aparat Turun Langsung


Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran meminta seluruh jajaran pemerintah dan Forkopimda tidak hanya menunggu laporan mengenai kondisi masyarakat terdampak. Ia menekankan pentingnya pengecekan langsung di lapangan agar setiap persoalan dapat segera diketahui dan ditangani.


Bagi Wapres, penanganan bencana tidak cukup dilakukan dari balik meja. Setiap kepala daerah dan unsur Forkopimda harus hadir langsung untuk memastikan arahan pemerintah benar-benar dijalankan.


“Saya meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda turun langsung ke lapangan, memastikan setiap instruksi benar-benar terlaksana tanpa sekat birokrasi. Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas. Seluruh persoalan dan kendala yang ditemukan di lapangan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden,” imbuhnya.


Arahan tersebut sekaligus menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan gempa di Sikka. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat bekerja dalam satu koordinasi sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam penyaluran bantuan maupun penanganan kebutuhan masyarakat.


Selain persoalan bantuan darurat, kondisi infrastruktur terdampak juga menjadi perhatian dalam kunjungan Wapres. Infrastruktur yang mengalami kerusakan perlu segera dipetakan agar proses penanganan dan pemulihan dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.


Apresiasi untuk Jajaran yang Bergerak Sejak Hari Pertama


Di tengah evaluasi penanganan bencana, Wapres Gibran juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang sejak awal kejadian telah turun membantu masyarakat.


Menurutnya, kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai unsur terkait menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran petugas di lapangan juga memberikan pendampingan bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.


“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sejak hari pertama kejadian telah turun ke lapangan membantu masyarakat,” pungkas Wapres.


Perhatian Wapres terhadap kondisi masyarakat NTT sebenarnya telah disampaikan sebelumnya. Dalam keterangan tertulis pada 15 Agustus 2026, Gibran menyampaikan perhatian dan doa bagi seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana.


Perhatian tersebut terutama ditujukan kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarga, mengalami kerusakan tempat tinggal, serta masyarakat yang masih berada dalam situasi sulit akibat bencana.


Kunjungan Wapres ke Kabupaten Sikka menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan bencana tidak berhenti pada kebijakan dan koordinasi di tingkat pusat. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar diketahui dan ditangani langsung di lokasi terdampak.


Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Suharyanto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Pangdam IX/Udayana Piek Budyakto, Kapolda NTT Rudi Darmoko, serta Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.


Dengan koordinasi yang lebih cepat dan keterlibatan langsung seluruh jajaran, pemerintah berharap penanganan dampak gempa di Sikka dan wilayah NTT lainnya dapat berjalan lebih efektif. Fokus utama tetap diarahkan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan mendesak, serta memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang tertinggal dalam proses penanganan dan pemulihan bencana.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas