Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Siapkan Transformasi Besar Kesehatan dan Pendidikan, 10 Ribu Puskesmas Bakal Direnovasi

16 Agustus 2026, 21:36 WIB

 

Prabowo Siapkan Transformasi Besar Kesehatan dan Pendidikan, 10 Ribu Puskesmas Bakal Direnovasi

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah langkah besar sebagai tahap lanjutan transformasi Indonesia. Fokus utama pemerintah kali ini menyasar dua sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, yakni kesehatan dan pendidikan.


Dalam rencana tersebut, pemerintah akan merenovasi 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia mulai 2027. Pemerintah juga akan memperkuat lebih dari 440 rumah sakit umum daerah (RSUD) serta menuntaskan renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan paling lambat pada 2029.


Rencana besar itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato kenegaraan dalam Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya. Pidato tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.


Presiden mengatakan, kesempatan berbicara di forum tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan sejumlah kebijakan strategis yang akan menjadi tahap berikutnya dalam transformasi Indonesia.


“Hari ini saya akan menggunakan kesempatan berbicara di ruang terhormat ini untuk menyampaikan beberapa langkah besar yang akan menjadi tahap berikutnya dari transformasi Indonesia,” ujar Prabowo.


10 Ribu Puskesmas Jadi Prioritas Pemerintah


Di sektor kesehatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa puskesmas harus menjadi benteng pertama kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan melakukan renovasi terhadap 10 ribu puskesmas mulai 2027.


Setiap puskesmas diperkirakan memperoleh alokasi perbaikan sekitar Rp4 miliar. Pemerintah juga akan memberikan perhatian lebih besar kepada puskesmas yang berada di wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal.


Selain renovasi puskesmas, pemerintah akan meningkatkan kualitas 514 laboratorium kesehatan masyarakat yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.


Menurut Prabowo, akses terhadap pelayanan kesehatan dasar tidak boleh menjadi persoalan hanya karena masyarakat tinggal jauh dari pusat kota.


“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” tegasnya.


Untuk masyarakat yang berada di wilayah dengan akses geografis sulit, pemerintah juga menyiapkan terobosan melalui layanan ambulans udara, baik menggunakan helikopter maupun pesawat kecil.


Bahkan, pemerintah mempertimbangkan pembentukan tim dokter terbang. Dengan konsep tersebut, tenaga medis tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi bisa langsung mendatangi masyarakat yang berada dalam kondisi kritis atau terdampak bencana.


“Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” kata Prabowo.


Lebih dari 440 RSUD Akan Diperkuat


Penguatan layanan kesehatan tidak berhenti pada fasilitas tingkat pertama. Pemerintah juga akan memperkuat lebih dari 440 RSUD agar setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit dengan kemampuan pelayanan medis yang lebih modern.


Fokus pelayanan diarahkan pada penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi, seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Pelayanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian.


Sebagai bagian dari langkah awal, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari jumlah tersebut, 20 rumah sakit disebut telah mulai beroperasi.


Presiden menegaskan bahwa jarak dan keterbatasan fasilitas kesehatan tidak boleh lagi menjadi alasan masyarakat kehilangan kesempatan memperoleh pertolongan medis.


“Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar,” ujar Prabowo.


Pemerintah Kejar Kekurangan Dokter


Di sisi lain, pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan juga harus dibarengi dengan ketersediaan tenaga medis. Presiden mengungkapkan Indonesia masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, serta 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten dan kota.


Untuk mengejar kebutuhan tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis.


Pemerintah, kata Prabowo, akan terus mencari cara baru untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di berbagai daerah.


“Kita tidak boleh berpikir normatif, kita harus berani berpikir inovatif,” tegasnya.


Renovasi Sekolah Ditargetkan Tuntas 2029


Sementara itu, sektor pendidikan juga mendapat perhatian besar dalam agenda transformasi pemerintah.


Presiden Prabowo menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat direnovasi paling lambat 2029. Program tersebut akan dipercepat terutama pada 2027 dan 2028.


Targetnya sederhana, tetapi penting: tidak boleh lagi ada anak Indonesia yang harus belajar di ruang kelas dengan atap bocor, dinding retak, toilet rusak, atau bangunan yang membahayakan keselamatan.


Presiden menyebut program tersebut sebagai program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia.


“Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita. Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun,” ungkapnya.


Selain membenahi bangunan fisik, pemerintah juga akan memperluas pemanfaatan teknologi pendidikan. Salah satunya melalui penggunaan interactive flat panel (IFP) atau layar pintar interaktif di ruang kelas.


Pemerintah juga akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh agar siswa di berbagai daerah memiliki kesempatan mendapatkan materi dan pengajaran berkualitas.


Presiden menargetkan pada akhir 2026 setiap sekolah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi IFP. Dengan teknologi tersebut, siswa di berbagai wilayah diharapkan bisa mendapatkan akses kepada guru-guru terbaik tanpa terbatas oleh lokasi geografis.


Pendidikan Gratis Jadi Komitmen Pemerintah


Tak hanya soal fasilitas dan teknologi, Prabowo juga kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memperjuangkan agar pendidikan di seluruh sekolah negeri dapat diakses tanpa pungutan biaya.


Menurut Presiden, pendidikan merupakan hak setiap anak Indonesia sekaligus fondasi penting untuk mendorong lompatan pembangunan nasional.


“Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Bagi mereka yang punya kemampuan silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat. Tapi untuk pemerintah kita harus perjuangkan anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis,” pungkas Prabowo.


Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang disiapkan pemerintah tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh layanan dasar masyarakat.


Jika program renovasi 10 ribu puskesmas, penguatan RSUD, pemenuhan tenaga medis, renovasi sekolah, serta digitalisasi pembelajaran berjalan sesuai target, pemerintah berharap kualitas layanan kesehatan dan pendidikan dapat semakin merata. Pada akhirnya, masyarakat di daerah terpencil sekalipun diharapkan bisa memperoleh layanan dasar yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat di pusat-pusat perkotaan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas