Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Penerima Manfaat Program Pemerintah Hadir di Sidang Tahunan MPR, dari MBG hingga Sekolah Rakyat

16 Agustus 2026, 21:15 WIB

 

Penerima Manfaat Program Pemerintah Hadir di Sidang Tahunan MPR, dari MBG hingga Sekolah Rakyat

INDOTORIAL.COM – Suasana haru dan bangga mewarnai kehadiran sejumlah penerima manfaat program pemerintah di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan langsung pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.


Bagi para penerima manfaat, kehadiran di gedung parlemen bukan sekadar kesempatan menghadiri agenda kenegaraan. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga karena mereka dapat melihat secara langsung Presiden Prabowo sekaligus menyampaikan cerita tentang manfaat program pemerintah yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.


Salah satunya adalah Kristina Beno, siswi kelas VI SD asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Kristina merupakan salah satu penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut diundang menghadiri agenda kenegaraan tersebut.


Kristina mengaku merasa senang, bangga, sekaligus terharu karena mendapat kesempatan menyaksikan Presiden Prabowo secara langsung.


“Perasaannya senang, bangga, terharu,” ujar Kristina.


Sebagai anak dari keluarga petani, keberadaan program MBG menurut Kristina turut membantu memenuhi kebutuhan asupan bergizi sekaligus mendukung aktivitasnya dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.


Ia bahkan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Presiden Prabowo karena program tersebut membuat dirinya mendapatkan makanan bergizi secara lebih terjamin.


“Terima kasih Bapak Presiden, berkat program Bapak tentang MBG, jadi nggak lapar lagi,” katanya.


Kristina juga berharap program Makan Bergizi Gratis dapat terus dilanjutkan dan manfaatnya tetap dirasakan anak-anak di berbagai daerah.


“Mau sampaikan MBG-nya jangan dihentikan,” lanjutnya.


Sekolah Rakyat Bantu Citra Kembali Bersekolah


Cerita lain datang dari Citra, penerima manfaat Sekolah Rakyat (SR) asal Makassar, Sulawesi Selatan. Bagi Citra, kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan.


Sebelum mengikuti Sekolah Rakyat, Citra pernah menghadapi risiko putus sekolah ketika duduk di kelas IV SD. Kondisi ekonomi keluarga membuat dirinya harus membantu sang ibu berjualan di pinggiran kota.


Namun, kesempatan mendapatkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat membuat Citra kembali menjalani proses belajar dengan lebih nyaman. Tidak hanya melanjutkan pendidikan, Citra juga mampu mengembangkan prestasi di bidang akademik maupun olahraga.


Ia bahkan berhasil meraih juara dua karate tingkat kabupaten.


“Terima kasih Bapak Presiden karena saya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat dengan nyaman. Dan makan MBG tiga kali sehari,” kata Citra.


Kisah Citra menunjukkan bahwa akses pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi dua hal yang saling berkaitan. Ketika kebutuhan dasar anak terpenuhi, kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi pun semakin terbuka.


PKH Membantu Keluarga Susanah Memenuhi Kebutuhan Dasar


Sementara itu, Susanah dari Bogor, Jawa Barat, hadir sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.


Bagi ibu dengan tiga anak tersebut, kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo terasa seperti mimpi. Selama ini, ia hanya melihat Presiden melalui layar televisi.


“Alhamdulillah, perasaannya masih kayak mimpi ya. Deg-degan, ketemu sama Pak Presiden langsung, ngeliat depan mata, biasa cuma hanya ngeliat di TV,” tuturnya.


Di tengah pendapatan keluarga yang tidak selalu menentu, Susanah berusaha menambah penghasilan dengan menjahit kain majun. Ia juga menjadi petugas MBG untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.


Menurut Susanah, bantuan PKH sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, termasuk kebutuhan pendidikan ketiga anaknya.


“Terima kasih sudah ngadain program PKH, bansos, membantu anak sekolah, kayak saya punya anak sekolah sampai tiga, untuk biaya seragam, sepatu, jadi saya bisa beli gitu kalau rusak, sisanya saya buat beli sembako,” ujarnya.


Susanah berharap program pemerintah terus berjalan dan penyalurannya semakin tepat sasaran sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.


Margarelitha Berharap Perhatian untuk Difabel Terus Diperkuat


Dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, hadir Margarelitha Rohi. Bagi Margarelitha, kesempatan menyaksikan langsung jalannya Sidang Tahunan MPR RI menjadi pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.


Ia merasa bersyukur karena dapat melihat secara langsung agenda kenegaraan yang selama ini hanya bisa disaksikannya melalui televisi.


“Rasanya senang sekali, dari sekian banyak orang nggak menyangka aku bisa dipilih ke sini oleh Bapak Presiden dan akan mengikuti upacara. Jadi nggak di TV-TV saja, bisa langsung lihat dengan mata kepala sendiri,” ujarnya.


Sebagai penyandang disabilitas, Margarelitha juga menyampaikan harapan agar perhatian pemerintah terhadap kelompok difabel terus diperkuat.


“Harapannya ke depan buat Bapak Presiden jangan bosan-bosan buat membagi berkat dari Bapak Presiden buat difabel,” tuturnya.


Program Pemerintah dan Harapan Masyarakat


Kisah Kristina, Citra, Susanah, dan Margarelitha memperlihatkan bahwa program pemerintah memiliki bentuk manfaat yang beragam. Mulai dari Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, PKH, Program Sembako, hingga perhatian terhadap penyandang disabilitas, seluruhnya menyentuh kebutuhan masyarakat dari latar belakang yang berbeda.


Kehadiran mereka dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI juga menjadi momen simbolis bahwa program pemerintah tidak hanya berbicara mengenai kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan tersebut dirasakan masyarakat.


Ada anak petani di Merauke yang berharap MBG terus berlanjut. Ada anak dari Makassar yang kembali mendapatkan kesempatan bersekolah melalui Sekolah Rakyat. Ada seorang ibu dari Bogor yang terbantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan pangan keluarganya melalui program perlindungan sosial. Ada pula penyandang disabilitas dari Kupang yang berharap perhatian pemerintah terhadap kelompok difabel semakin kuat.


Cerita mereka sederhana, tetapi memiliki pesan yang cukup kuat: keberhasilan sebuah program pada akhirnya tidak hanya diukur dari angka penerima manfaat, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.


Bagi Kristina, Citra, Susanah, dan Margarelitha, pertemuan dengan Presiden Prabowo pada 14 Agustus 2026 menjadi pengalaman yang mungkin akan terus mereka ingat. Lebih dari itu, mereka membawa harapan agar program-program pemerintah terus berjalan, semakin tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di seluruh penjuru Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas