Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka Warnai HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026, 21:24 WIB

 

Kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka Warnai HUT ke-81 RI

INDOTORIAL.COM - Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa sejak Senin pagi, 17 Agustus 2026. Salah satu rangkaian yang mencuri perhatian adalah kirab budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka, Jakarta.


Kirab tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam prosesi ini, dua benda yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia turut dibawa, yakni duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi.


Kedua benda tersebut diarak dari kawasan Monas menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.


Prosesi kirab diawali dengan penyerahan duplikat bendera Merah Putih dan naskah asli teks Proklamasi dari Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa kepada Perwira Paspampres. Setelah itu, kedua benda bersejarah tersebut diserahkan kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila yang berada di Ruang Kemerdekaan Monas.


Duplikat bendera Merah Putih kemudian dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. Sementara naskah teks Proklamasi dibawa oleh Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.


Keduanya kemudian menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa untuk mengikuti perjalanan kirab menuju Istana Merdeka. Prosesi ini berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pasukan motoris, taruna dan taruni, pasukan berkuda, hingga peserta yang mengenakan pakaian adat Nusantara.


Simbol Angka dalam Kirab HUT ke-81 RI


Menariknya, sejumlah jumlah personel yang terlibat dalam kirab membawa simbol tersendiri. Sebanyak 45 pasukan motoris Polisi Militer mengiringi perjalanan. Angka tersebut menjadi bagian dari simbol tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


Barisan berikutnya diisi 170 taruna dan taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian. Kehadiran mereka tidak hanya menambah kemeriahan suasana, tetapi juga membuat perjalanan kirab semakin semarak dengan iringan musik dan formasi pasukan.


Pasukan berkuda juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Sebanyak 81 pasukan berkuda dilibatkan sebagai simbol usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki tahun ke-81.


Selain itu, terdapat 17 pasukan berkuda yang melambangkan tanggal Proklamasi, delapan kuda penarik Kereta Kencana Garuda Prabayaksa, serta delapan pasukan berkuda yang menjadi perlambang bulan Proklamasi.


Rangkaian kirab semakin berwarna dengan kehadiran 76 pasukan berpakaian Nusantara. Mereka menampilkan keberagaman budaya Indonesia melalui pakaian tradisional dari berbagai daerah.


Keberadaan pasukan berpakaian adat tersebut menjadi gambaran bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya tentang seremoni kenegaraan, tetapi juga tentang keberagaman budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.


Dari Monas Menuju Istana Merdeka


Rombongan kirab memulai perjalanan dari kawasan Cawan Monas. Dari sana, rombongan bergerak melintasi Jalan Medan Merdeka Barat sebelum akhirnya memasuki halaman Istana Merdeka.


Sepanjang perjalanan, kirab budaya menjadi sebuah pertunjukan kebangsaan yang memadukan unsur sejarah, budaya, militer, serta tradisi kenegaraan. Kehadiran masyarakat dan suasana perayaan kemerdekaan turut membuat perjalanan menuju Istana Merdeka terasa semakin istimewa.


Setibanya di Istana Merdeka, Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila turun dari Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi kemudian diserahkan untuk ditempatkan di meja mimbar kehormatan.


Penempatan kedua benda tersebut menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kirab bendera pusaka dan naskah teks Proklamasi dari Monas menuju Istana Merdeka pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada akhirnya bukan sekadar prosesi seremonial. Di balik derap langkah pasukan, irama drum corps, barisan pasukan berkuda, hingga pakaian adat Nusantara, terdapat pesan tentang pentingnya menjaga ingatan sejarah bangsa.


Kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Ada perjalanan panjang, perjuangan, pengorbanan, dan sejarah yang kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.


Melalui kirab budaya ini, semangat tersebut kembali dihadirkan dalam suasana yang dekat dengan masyarakat. Bendera Merah Putih dan teks Proklamasi menjadi simbol perjalanan bangsa, sementara keberagaman peserta kirab menunjukkan bahwa Indonesia terus berdiri sebagai satu bangsa dalam keberagaman.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pun menjadi momentum untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga merawat semangat persatuan dan kebangsaan untuk melangkah menuju masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas