Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Bantuan Logistik Gempa NTT Dipercepat, Pemerintah Pastikan Wilayah Sulit Dijangkau Tetap Terlayani

18 Agustus 2026, 21:02 WIB

 

Bantuan Logistik Gempa NTT Dipercepat, Pemerintah Pastikan Wilayah Sulit Dijangkau Tetap Terlayani

INDOTORIAL.COM - Pemerintah memastikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus disalurkan secara cepat dan merata. Penyaluran tidak hanya difokuskan pada wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyasar daerah dengan tingkat kerusakan berat dan akses yang sebelumnya mengalami kendala.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan jalur distribusi agar kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat segera terpenuhi.


Hal tersebut disampaikan Suharyanto usai meninjau RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Dalam peninjauan tersebut, ia menyebut Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak gempa cukup berat.


“Kabupaten Manggarai ini adalah kabupaten yang terberat pascagempanya. Ini yang kita hadir ke sini. Ada lagi satu kecamatan Reok, itu informasinya juga yang lebih berat ya, Reok. Tapi kita sudah berhasil masuk ke sana. Tadi untuk logistik di bawah Pangdam, itu sudah bisa masuk ke Reok,” jelas Suharyanto.


Logistik Gempa NTT Mulai Menjangkau Wilayah Berat


Pemerintah memastikan distribusi bantuan logistik gempa NTT tidak berhenti di wilayah yang memiliki akses transportasi relatif mudah. Daerah seperti Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, yang sebelumnya disebut memiliki dampak cukup berat, juga telah berhasil dijangkau oleh distribusi bantuan.


Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena akses menuju wilayah terdampak merupakan salah satu faktor penting dalam percepatan penanganan bencana. Bantuan makanan, kebutuhan dasar, serta berbagai perlengkapan untuk masyarakat terdampak harus dapat dikirimkan tanpa menunggu terlalu lama.


Untuk memperkuat koordinasi, pemerintah juga telah membangun posko pendampingan nasional yang berfungsi menghimpun kebutuhan dari berbagai wilayah terdampak sekaligus mendukung proses penyaluran bantuan.


“Untuk posko-posko bantuan, ini sudah terbentuk. Posko nasionalnya ada di Halim. Di sana menghimpun semua kebutuhan logistik yang diperlukan,” tutur Suharyanto.


Posko Bantuan Dibangun di Labuan Bajo dan Maumere


Selain posko nasional di Halim, pemerintah membangun posko bantuan di sejumlah lokasi strategis di NTT. Langkah ini dilakukan agar proses distribusi bantuan dapat lebih dekat dengan wilayah terdampak.


Posko di Labuan Bajo disiapkan untuk mendukung pelayanan dan distribusi bantuan ke empat wilayah, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada.


Sementara itu, pemerintah membangun posko di Maumere untuk melayani kebutuhan masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.


Pembagian wilayah pelayanan tersebut diharapkan membuat distribusi bantuan lebih terkoordinasi. Dengan adanya posko di wilayah yang lebih dekat, kebutuhan masyarakat dapat dihimpun dengan lebih cepat dan kemudian diteruskan kepada pihak yang bertanggung jawab dalam penyaluran.


Empat Helikopter TNI dan Dua Pesawat BNPB Disiagakan


Pemerintah juga memperkuat dukungan transportasi untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.


Sebanyak empat helikopter TNI dan dua pesawat BNPB ditempatkan di Labuan Bajo untuk mendukung operasi penanganan dampak gempa di NTT.


Kehadiran armada udara tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah, terutama apabila terdapat lokasi yang membutuhkan bantuan segera tetapi memiliki kendala akses transportasi.


Di sisi lain, pemerintah memastikan kondisi jaringan jalan juga terus dipantau. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum, ruas jalan yang sebelumnya terdampak longsor telah berhasil ditangani sehingga akses darat kembali dapat digunakan.


“Kemudian jalan-jalan, informasi dari Menteri PU sudah temu semua. Tidak ada lagi yang tertutup longsor sehingga tidak bisa jalan,” kata Suharyanto.


Bantuan Juga Dikirim Melalui Jalur Laut


Selain mengandalkan jalur darat dan udara, pemerintah menyiapkan jalur laut sebagai alternatif distribusi logistik, khususnya untuk wilayah Sikka, Nagekeo, dan Ende.


Untuk kebutuhan masyarakat di tiga wilayah tersebut, logistik akan diarahkan masuk melalui Pelabuhan Maumere. Pengiriman juga dapat dilakukan menggunakan pesawat berkapasitas besar melalui bandara yang tersedia.


Pemerintah turut menyiagakan dua helikopter di wilayah tersebut untuk mendukung distribusi apabila masih terdapat titik-titik yang belum dapat dijangkau secara optimal.


“Kemudian untuk yang Sikka, Nagekeo, dan Ende, ini barang langsung masuk ke Pelabuhan Maumere. Pakai bandara, pesawat besar. Di sana juga ada 2 heli untuk menjangkau apabila ternyata ada titik-titik yang belum bisa terjangkau,” pungkas Suharyanto.


Dengan berbagai jalur distribusi tersebut, pemerintah berupaya memastikan bantuan korban gempa NTT dapat diterima masyarakat secara cepat dan merata. Penguatan posko, dukungan armada udara, pembukaan akses darat, serta pemanfaatan jalur laut menjadi bagian dari langkah terpadu untuk mempercepat penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur.


Pemerintah juga menegaskan bahwa wilayah dengan dampak paling berat tetap menjadi perhatian utama. Distribusi bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan sehingga masyarakat terdampak, termasuk mereka yang berada di lokasi sulit dijangkau, tetap mendapatkan bantuan yang diperlukan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas