Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan, Air, dan Energi Nasional

13 Juli 2026, 21:00 WIB

 

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan, Air, dan Energi Nasional

INDOTORIAL.COM - Lombok Barat – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan pembangunan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Peresmian tersebut dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).


Kelima bendungan yang diresmikan memiliki total nilai kontrak mencapai Rp9,79 triliun dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga ketahanan energi nasional.


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan lima bendungan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur berskala besar seperti bendungan merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan banyak pihak lintas pemerintahan.


"Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua. Berpikirlah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia," ujar Presiden Prabowo.


Lima Bendungan Baru Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional


Lima bendungan yang diresmikan tersebar di lima daerah strategis di Indonesia dengan kapasitas tampungan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.


Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, memiliki kapasitas tampungan mencapai 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 46,16 hektare.


Sementara itu, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menjadi bendungan dengan kapasitas terbesar di antara lima bendungan yang diresmikan. Bendungan ini mampu menampung hingga 215,94 juta meter kubik air dengan luas genangan mencapai 896,39 hektare.


Masih di Provinsi Aceh, Bendungan Rukoh yang berada di Kabupaten Pidie memiliki kapasitas tampungan sebesar 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 700 hektare.


Di Pulau Jawa, Bendungan Jlantah yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memiliki kapasitas tampungan 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 50 hektare.


Sedangkan Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 37,15 hektare.


Keberadaan kelima bendungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur sumber daya air sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di berbagai daerah.


Dukung Irigasi, Air Baku, Pengendalian Banjir, hingga Energi


Secara umum, lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo memiliki empat fungsi utama yang sangat strategis bagi pembangunan nasional.


Pertama, bendungan akan mendukung layanan irigasi dengan cakupan lahan mencapai 39.540 hektare, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.


Selain itu, bendungan juga menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor industri di wilayah sekitarnya.


Fungsi penting lainnya adalah sebagai pengendali banjir, khususnya di kawasan hilir bendungan yang selama ini berpotensi mengalami genangan saat musim hujan. Infrastruktur tersebut juga dirancang untuk mendukung penyediaan energi sesuai potensi yang dimiliki masing-masing bendungan.


Dengan berbagai manfaat tersebut, pembangunan bendungan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengairan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


Dibangun Selama Satu Dekade


Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, dalam laporannya menjelaskan bahwa kelima bendungan tersebut dibangun secara bertahap dalam kurun waktu 2015 hingga 2025.


Menurutnya, pembangunan bendungan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan menjadi fondasi penting bagi kemandirian bangsa dalam menghadapi tantangan masa depan.


"Melalui lima bendungan ini, Bapak, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak, khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air," ujar Dody.


Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di masa mendatang.


Dengan diresmikannya lima bendungan tersebut, pemerintah berharap manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, mulai dari peningkatan produksi pertanian, ketersediaan air bersih, pengurangan risiko banjir, hingga dukungan terhadap kebutuhan energi. Kehadiran bendungan-bendungan baru ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas