Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Target Seluruh Sekolah Indonesia Rampung Direnovasi pada 2029

21 Juli 2026, 21:06 WIB

 

Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Target Seluruh Sekolah Indonesia Rampung Direnovasi pada 2029

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.


Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).


Menurut Presiden, tantangan geografis Indonesia yang sangat luas menjadi salah satu alasan utama pemerintah memilih digitalisasi sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.


"Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan," ujar Presiden Prabowo.


Digitalisasi Pendidikan Jadi Solusi Pemerataan


Presiden menjelaskan, pemerintah terus mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi agar kualitas pendidikan tidak lagi bergantung pada lokasi geografis. Dengan digitalisasi, sekolah-sekolah di daerah terpencil diharapkan dapat memperoleh materi pembelajaran yang sama dengan sekolah di kota-kota besar.


Menurutnya, transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi jalan untuk mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.


Upaya tersebut bahkan mulai mendapat pengakuan di tingkat internasional. Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.


Penghargaan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa langkah transformasi digital yang dijalankan pemerintah mendapat apresiasi dari dunia internasional.


"Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh," kata Presiden.


Target Renovasi Seluruh Sekolah Indonesia


Selain memperkuat digitalisasi, pemerintah juga mempercepat renovasi infrastruktur sekolah di berbagai daerah. Presiden Prabowo menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat memiliki fasilitas yang lebih layak dalam beberapa tahun ke depan.


Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2026 pemerintah menargetkan penyelesaian renovasi terhadap 77 ribu sekolah. Program tersebut akan terus dilanjutkan dengan target renovasi 100 ribu sekolah pada 2027 dan kembali 100 ribu sekolah pada 2028.


Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis seluruh sekolah di Indonesia dapat selesai direnovasi pada 2029.


Menurut Presiden, perbaikan infrastruktur menjadi bagian penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman sekaligus mendukung penerapan pembelajaran berbasis digital.


Ratusan Ribu Smart Digital Panel Didistribusikan


Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengungkapkan perkembangan program distribusi interactive flat panel atau layar pintar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.


Ia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya setiap sekolah telah menerima satu unit layar pintar. Tahun ini pemerintah kembali menambah tiga unit untuk setiap sekolah.


"Tahun ini kita akan tambah tiga lagi per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 atau semester pertama 2027 akan terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia," ungkap Presiden.


Kehadiran perangkat tersebut diharapkan mampu memperkaya metode pembelajaran sekaligus mempermudah guru dalam menyampaikan materi secara interaktif kepada para siswa.


Platform Rumah Pendidikan Dimanfaatkan Jutaan Pengguna


Transformasi digital pendidikan juga diperkuat melalui platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Presiden menyebut aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan smart digital panel yang dibagikan ke sekolah-sekolah dan kini dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna.


Platform tersebut menyediakan 4.843 sumber belajar gratis yang dapat diakses oleh guru maupun peserta didik di berbagai wilayah Indonesia.


Selain menjadi pusat sumber belajar digital, aplikasi tersebut juga dinilai membantu ratusan ribu guru, khususnya yang bertugas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran.


"Rumah Pendidikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar," tutur Presiden.


Melalui percepatan digitalisasi pendidikan yang dibarengi pemerataan infrastruktur sekolah, pemerintah berharap tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan di Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya, harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas sebagai bekal membangun Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas