Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo dan Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka, Tegaskan Penyelesaian Sengketa Lewat Diplomasi

7 Juli 2026, 17:53 WIB

 

Prabowo dan Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka, Tegaskan Penyelesaian Sengketa Lewat Diplomasi

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk terus menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara melalui penyelesaian sengketa secara damai, sekaligus memperkuat keamanan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo usai menggelar Leader’s Retreat bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).


Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, mulai dari keamanan kawasan, hubungan bilateral, hingga penguatan kerja sama jangka panjang menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura pada tahun depan.


Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga perdamaian kawasan. Menurutnya, setiap persoalan maupun sengketa antarnegara harus diselesaikan melalui dialog dan diplomasi, bukan melalui konfrontasi.


"Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus kita selesaikan secara damai melalui dialog dan diplomasi. Tidak hanya di kawasan kita, tapi di semua kawasan," ujar Presiden Prabowo.


Keamanan Selat Malaka Jadi Kepentingan Bersama


Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kerja sama menjaga keamanan Selat Malaka. Presiden Prabowo menilai jalur pelayaran tersebut memiliki peran vital bagi perdagangan internasional sekaligus menjadi kepentingan strategis bagi negara-negara yang berbatasan langsung dengannya.


Sebagai negara yang sama-sama memiliki wilayah di sekitar Selat Malaka, Indonesia dan Singapura berkomitmen menjaga kawasan tersebut agar tetap aman, stabil, dan terbuka bagi seluruh pengguna jalur pelayaran internasional.


"Indonesia dan Singapura adalah negara yang langsung berbatasan di Selat Malaka. Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak," tegas Presiden.


Menurut Prabowo, keamanan Selat Malaka tidak hanya berkaitan dengan stabilitas politik dan pertahanan, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran internasional.


Ia menekankan pentingnya upaya bersama dalam mengantisipasi ancaman seperti pencemaran lingkungan, kecelakaan laut, hingga aksi perompakan yang dapat mengganggu keamanan jalur pelayaran tersebut.


"Kita harus pelihara keamanan, perdamaian di selat itu, juga tentunya keamanan dari polusi, dari kecelakaan, dan juga dari perompakan atau dari piracy. Ini merupakan kepentingan yang vital antara negara-negara di sekitar Selat Malaka," kata Prabowo.


Perkuat Koordinasi dengan Malaysia dan Thailand


Untuk menjaga keamanan Selat Malaka secara berkelanjutan, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Singapura akan terus meningkatkan koordinasi dengan Malaysia dan Thailand.


Keempat negara dinilai memiliki peran penting dalam memastikan Selat Malaka tetap menjadi jalur pelayaran yang aman, bebas, dan terbuka bagi seluruh pengguna sesuai prinsip-prinsip Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982.


Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat stabilitas kawasan sekaligus menjaga kelancaran arus perdagangan global yang bergantung pada Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.


Hubungan Indonesia-Singapura Semakin Strategis


Selain membahas isu keamanan kawasan, Presiden Prabowo juga menyoroti semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Singapura. Menurutnya, pertemuan Leader's Retreat menjadi bukti kuat bahwa hubungan kedua negara telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang dilandasi kepercayaan dan saling menghormati.


"Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura dan kita melihat hubungan ini harus langgeng di masa-masa yang akan datang," ungkap Presiden.


Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Lawrence Wong beserta delegasi Singapura atas komitmen untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor.


Ia menilai Leader's Retreat tahun ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun.


"Sekali lagi saya tegaskan di sini bahwa Leader's Retreat hari ini menunjukkan kematangan, kepercayaan, dan nilai strategis hubungan Indonesia dan Singapura," ujarnya.


Komitmen Bangun Stabilitas Asia Tenggara


Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang harus terus diajak bekerja sama demi kepentingan bersama.


Menurutnya, kemitraan yang semakin erat tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.


Presiden optimistis hubungan Indonesia dan Singapura akan terus berkembang seiring meningkatnya kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan kawasan, ekonomi, investasi, perdagangan, hingga konektivitas regional.


Dengan komitmen bersama menjaga keamanan Selat Malaka, memperkuat diplomasi, serta meningkatkan koordinasi regional, Indonesia dan Singapura menunjukkan keseriusan dalam menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil, dan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas